Jumat, 24 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

PSBM di Jabar

Ini Hasil PSBM di Enam Desa di Jabar, Ada yang Positif Terpapar Covid-19 PSBM Pun Dilanjut

Penanganan berskala mikro tersebut dilakukan melalui isolasi intensif selama 14 hari. Desa atau kelurahan menjadi fokus untuk melokalisasi pasien posi

Editor: Machmud Mubarok
handhika Rahman/Tribuncirebon.com
Ilustrasi: Puluhan warga yang tengah bermalam mingguan di Sport Center Indramayu saat dilakukan pengambilan swab tenggorokan oleh tegana medis, Sabtu (30/5/2020) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar telah melakukan pembatasan sosial skala mikro (PSBM) di sejumlah desa/kelurahan berstatus kritis COVID-19 di Provinsi Jabar, sejak awal Juni 2020.

Wakil Sekretaris dan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Berli Hamdani, mengatakan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar fokus melokalisasi dan melacak kontak pasien terkonfirmasi positif di desa atau kelurahan berstatus kritis COVID-19 sebagai upaya pengendalian penyebaran COVID-19.

Penanganan berskala mikro tersebut dilakukan melalui isolasi intensif selama 14 hari. Desa atau kelurahan menjadi fokus untuk melokalisasi pasien positif beserta pelacakan kontaknya.

Pelacakan yang komprehensif pun disertai dengan pembatasan aktivitas, peningkatan pelayanan kesehatan, sampai pemenuhan kebutuhan pangan dan medis.

Sebagai pilot project, kata Berli, pihaknya sudah melaksanakan PSBM di enam desa dan kelurahan di Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kabupaten Subang, Kota Tasikmalaya, Kota Cimahi, dan Kota Bogor.

"Enam desa kelurahan ini merupakan piloting untuk pelaksanaan PSBM. PSBM di enam kelurahan tersebut didahului dengan tracing kontak dan sosialisasi, dilanjutkan dengan pelaksanaan swab test. Didirikan pula dapur umum dan distribusi alat kesehatan bagi warga yang menjalani isolasi," ujar Berli di Gedung Sate, Rabu (10/6).

Di Kabupaten Bandung Barat, PSBM diberlakukan di Desa Tanimulya dengan tahap update tracing dan sosialisasi digelar pada 1 Juni 2020 lalu serta pelaksanaan swab test terhadap 291 orang pada 2 Juni 2020.

Breaking News: Ibu Hamil di Indramayu Positif Corona, Periksa ke Puskesmas, Ngeluh Sesak Napas

Baju Hazmat yang Sempat Dibuang ke TPS di Kuningan Belum Dipakai

Hujan Deras Sore Hingga Malam Kemarin, Lima Kecamatan di Tasikmalaya Dilanda Bencana

Hasil swab test diumumkan pada 6 Juni 2020 lalu, hasilnya sebanyak 286 orang dinyatakan negatif, 0 positif, dan 4 tidak ada sample. Sedangkan jarak kontak antara ke-291 orang dengan pasien terkonfirmasi positif sudah lebih dari 14 hari.

"Dengan mempertimbangkan hasil tersebut, maka PSBM di Desa Tanimulya dinyatakan selesai dan tidak perlu dilakukan pemantauan masa isolasi, termasuk swab test kedua," ujar Berli.

PSBM di Kabupaten Bandung dilaksanakan di Desa Margaasih dan Desa Rahayu dengan update tracing dan sosialisasi dilakukan pada 1 Juni 2020.

Pelaksanaan swab test pertama dilakukan terhadap 51 orang warga Desa Margaasih dan 21 orang warga Desa Rahayu.

"Dengan pertimbangan hasil swab test dimana diperoleh hasil bahwa 71 orang negatif, 0 positif, dan 1 invalid, maka PSBM di Margaasih dan sebagian Rahayu dinyatakan selesai dan tidak diperlukan pemantauan masa isolasi dan swab test yang kedua. Selanjutnya, menunggu hasil swab test kedua untuk 29 warga Desa Rahayu lainnya," katanya.

Di Kabupaten Subang, PSBM dilaksanakan di Desa Kasomalang Kulon dengan update tracing dan sosialiasi digelar pada 1 Juni 2020 lalu dan swab test terhadap 97 orang warga desa tersebut dilaksanakan 2 Juni 2020 lalu.

Berdasarkan hasil swab test 6 Juni lalu, 93 orang dinyatakan negatif, 2 orang positif, dan 2 orang invalid. Sedangkan jarak kontak antara 93 orang tersebut dengan kasus positif kurang dari 14 hari.

Maka, kata Berli, PSBM di Desa Kasomalang Kulon dilanjutkan hingga 15 Juni 2020 dan swab test kedua dilaksanakan pada 15 Juni 2020.

"Berdasarkan pengajuan pihak desa didukung gugus tugas setempat, maka kedua orang suspect positif saat ini dirawat di RSUD setempat dan belum dinyatakan sembuh," katanya.

PSBM di Kota Tasikmalaya dilaksanakan di Kelurahan Cipedes yang diawali update tracing dan sosialisasi pada 1 Juni 2020 lalu serta pelaksanaan swab test pada 2 Juni 2020 terhadap 83 orang. Sedangkan hasil swab test diumumkan 6 Juni 2020 lalu.

"Hasilnya, 83 orang dinyatakan negatif, 0 positif, serta jarak kontak 83 warga dengan pasien positif sudan lebih dari 14 hari. Maka, PSBM di Kelurahan Cipedes dinyatakan selesai dan tidak diperlukan pemantauan masa isolasi dan swab test kedua," katanya.

Di Kota Cimahi, PSBM dilaksanakan di Kelurahan Karangmekar yang diawali update tracing dan sosialiasi pada 4 Juni 2010, serta swab test terhadap 177 orang warga desa tersebut 5 Juni 2020 lalu.

Berdasarkan hasil swab test, sebanyak 175 orang dinyatakan negatif dan dua orang positif serta jarak kontak antara 175 orang dengan kasus terkonfirmasi positif sebelumnya kurang dari 14 hari. Dengan pertimbangan tersebut, PSBM di Kelurahan Karangmekar dilanjutkan untuk 32 orang atau 10 kepala keluarga (KK) yang memiliki kontak erat dengan dua orang yang dinyatakan positif.

"Sedangkan dua suspect positif akan dikarantina di rumah sakit setempat. Pemantauan masa isolasi akan dilanjutkan sampai 18 Juni 2020 dan swab test kedua pada 18 Juni 2020," katanya.

Di Kota Bogor, PSBM dilaksanakan di Kelurahan Cilendek Barat dan Kelurahan Loji yang diawali update tracing dan sosialisasi pada 5 Juni 2020. Pelaksanaan swab test di Kelurahan Cilendek Barat dilakukan terhadap 80 orang pada 6 Juni 2020 lalu dan di Kelurahan Loji 35 orang pada 8 Juni 2020 lalu.

"PSBM di Kota Bogor masih dalam kajian. Selain Kota Bogor, kami juga tambahkan Kota Depok yang juga masih dalam kajian sebagai piloting PSBM," katanya.

Provinsi Jabar kini fokus menangani COVID-19 di tingkat desa dan kelurahan melalui PSBM yang berskala mikro. Lewat penanganan lokal tersebut, diharapkan dapat melokalisasi penyebaran COVID-19.

Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Jabar sendiri tersebar di 267 desa atau kelurahan dari total sebanyak 5.312 desa dan kelurahan. Kemudian 54 desa dan kelurahan di antaranya berstatus kritis COVID-19 karena memiliki pasien positif COVID-19 lebih dari 6 orang. (Sam)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved