Hujan Deras Sore Hingga Malam Kemarin, Lima Kecamatan di Tasikmalaya Dilanda Bencana
dari empat kecamatan yang terjadi bencana longsor, Kecamatan Ciawi merupakan wilayah yang paling parah terdampak
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman
TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Lima kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya dilanda musibah bencana alam, Rabu (10/6), menyusul hujan deras yang terjadi sepanjang Selasa (9/6) sore hingga malam hari.
Data yang dihimpun BPBD Kabupaten Tasikmalaya berdasar laporan dari petugas lapangan, lima kecamatan terdampak itu yakni Sukaresik, Ciawi, Cigalontang, Salawu, dan Sukahening.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin, mengungkapkan, di Kecamatan Sukaresik ada bencana banjir yang merendam tiga kampung di Desa Tanjungsari.
"Di empat kecamatan lainnya terjadi longsor dan pergerakan tanah. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam bencana alam yang terjadi pada Rabu ini. Mengenai kerugian materi masih dilakukan pendataan," Nuraedidin.
Semua bencana yang terjadi ini, kata Nuraedidin, akibat hujan dengan intensitas tinggi sejak kemarin hingga dini hari tadi. "Akibatnya banyak terjadi longsor," katanya, saat meninjau lokasi longsor di Desa Bugel, Kecamatan Ciawi, Rabu siang.
Menurut Nuraedidin, dari empat kecamatan yang terjadi bencana longsor, Kecamatan Ciawi merupakan wilayah yang paling parah terdampak, karena ada longsor yang terjadi di Desa Bugel.
"Di wilayah Kecamatan Ciawi sendiri ada enam titik longsor dan jalan ambles, salah satunya yang terjadi di Desa Bugel ini," kata Nuraedidin.
• Hati-hati Membeli Telur Ayam Harga Murah, di Tasikmalaya Beredar Telur Infertil, Penjual Ditangkap
• Sebulan Sebelum Kena Serangan Jantung, Muncul 6 Pertanda Ini, Waspada Jika Anda Mengalaminya
Jembatan Ambruk
Baru dua hari digunakan, sebuah jembatan di Kampung/Desa Bugel, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, ambruk tertimpa longsor, Rabu (10/6).
Akibat musibah itu, sekitat 60 KK warga Kampung Bugel terisolasi. Longsor terjadi akibat hujan deras yang turun Selasa (9/6) sore hingga malam hari.
Kepala Desa Bugel, Ruhimat, di lokasi, mengungkapkan keprihatinannya akibat bencana longsor tersebut. Pasalnya jembatan baru selesai diperbaiki dan baru dua hari digunakan warga.
"Jembatan itu kami perbaiki selama satu bulan dan baru digunakan dua hari belakangan ini. Sekarang hilang tertimbun longsor," kata Ruhimat.
Ia menyebutkan, belum bisa memastikan persisnya seperti apa kondisi jembatan. Karena mesti menyingkirkan dulu material longsoran yang menimpa jembatan.
"Kami khawatir jembatan hilang terbawa longsor, karena ada sisa besi jembatan yang putus," kata Ruhimat, sambil menunjukan sisa besi jembatan yang tertimpa longsor.