Kuburan Warga Cibingbin Dibongkar, Polisi Lakukan Autopsi Atas Permintaan Keluarga, Diduga Dibunuh

Petugas kepolisian tampak berjaga di permakaman, juga terlihat satu – dua warga sekitar mulai berdatangan ke lokasi untuk melihat proses pembongkaran

TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Losarang Indramayu dan Satreskrim Polres Kuningan membongkar makam atas permintaan keluarga di TPU Desa Cipondok, Jumat (22/5/2020). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Losarang Indramayu dan Satreskrim Polres Kuningan membongkar makam atas permintaan keluarga.

Makam atas nama Sanah (60), warga Dusun II Cibodas Desa Cipondok Kecamatan Cibingbin di TPU Desa Cipondok dibongkar untuk mencari penyebab kematian Sanah.

Menurut Kasat Reserse Kriminal Polres Kuningan, AKP Danu Raditya Atmaja, jasad Sanah diautopsi untuk mencari penyebab kematian, karena ada dugaan meninggal akibat dibunuh.

Danu menceritakan bahawa korban ditemukan meninggal pada Hari Selasa (12/5/2020) sekira pukul 16.00 Wib.

“Korban ditemukan pertama kalinya oleh anak korban yang akan mengantar makanan berbuka puasa kepada korban,” ujarnya.

Di lokasi TPU Cipondok, proses pembongkaran kuburan tidak menjadi pusat keramaian warga setempat. Petugas kepolisian tampak berjaga di permakaman, juga terlihat satu – dua warga sekitar mulai berdatangan ke lokasi untuk melihat proses pembongkaran. "Proses pembongkaran makam dilakukan secara tertutup memakai terpal,” ujar Danu.

Sering Pamer Kekayaan, Ujung Rambut Sampai Kaki Barang Branded, Dari Mana Sumber Duit Sarah Keihl?

Pria di Bangil Pakai Hazmat Aksi di Jalan, Ayo Keluar Semua Kalau Indonesia Mau Seperti Ekuador

Bacaan Doa Setelah Shalat Tarawih dan Shalat Witir, Dilengkapi Dengan Arti Doa Kamilin

“Sebab kami di sini juga menjaga dan melakukan sesuai standar kesehatan covid 19, dalam hal jaga jarak dan tidak berkerumun,” katanya.

Dalam pemeriksaan terhadap jasad korban tersebut, kata Danu, Tim Forensik akan menganalisis  penyebab kematian korban. “Setelah dilakukan autopsi ini kami segera memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan,” katanya.

Danu mengatakan, proses autopsi ini sudah mendapat persetujuan dari pihak keluarga korban.”Iya kita sudah menadapat persetujuan dari keluarga korban,” ungkapnya.

Tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Losarang Indramayu dan Satreskrim Polres Kuningan membongkar makam atas permintaan keluarga di TPU Desa Cipondok, Jumat (22/5/2020).
Tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Losarang Indramayu dan Satreskrim Polres Kuningan membongkar makam atas permintaan keluarga di TPU Desa Cipondok, Jumat (22/5/2020). (TribunCirebon.com/Ahmad Ripai)

Sementara itu, Agus Ambriti yang merupakan anak ke-2 dari korban menyetujui polisi untuk melakukan autopsi atas mendiang ibunya yang telah dimakamkan di TPU Desa Cipondok. “Saya sebelumnya minta ke polisi untuk autopsi,” katanya.

Kania Dewi, Pemeran Intan Preman Pensiun 4 Bocorkan Adegan di Ranjang Bersama Willy, Warganet Kepo

Pemkot Bandung Segel Yogya Antapani, Yogya Katamso, dan Riau Junction, Toko itu Ngeyel Jual Pakaian

Zuraida Hanum Ngaku di Depan Hakim, Berhubungan Badan dengan Pembunuh Suami 5 Kali, Main di Mobil

Agus mengatakan, dirinya meyakini bahwa petugas polisi dalam proses autopsi Satreskrim Polres Kuningan dapat mengungkap kebenaran.

Keyakinan untuk dilakukan autopsi, kata Agus, agar tak menjadi jadi tanda tanya atas kematian Ibunya yang diduga dibunuh. “Kami yakin polisi bisa memberikan hasilnya dari autopsi tersebut,” katanya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved