Info Kesehatan
Puasa Ramadhan Ternyata Bisa Mengurangi Stres dan Cemas, Ini Manfaat Lain Puasa Untuk Kesehatan Jiwa
Perubahan saat puasa tersebut di antaranya memberikan ragam manfaat pada kesehatan jiwa atau psikologis.
Penulis: Mutiara Suci Erlanti | Editor: Mutiara Suci Erlanti
TRIBUNCIREBON.COM- Puasa ramadhan ternyata memiliki banyak manfaat khususnya bagi kesehatan.
Bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, puasa ramadhan juga menyebabkan banyak perubahan fisiologis, biokimiawi, metabolisme, dan spiritual dalam tubuh.
Perubahan saat puasa tersebut di antaranya memberikan ragam manfaat pada kesehatan jiwa atau psikologis.
Lalu, apakah manfaat puasa ramadhan bagi kesehatan jiwa atau psikologis kita?
• INI Bacaan Dzikir yang Bisa Dibaca & Diamalkan di Bulan Ramadhan, Terutama di 10 Hari Kedua Ramadhan
• Manfaat Jalan Kaki untuk Kesehatan Jantung dan Lainnya, Olahraga yang Cocok Saat Berpuasa
Dilansir Tribuncirebon.com dari Hello Sehat, studi berjudul Physiological changes during fasting in Ramadan menunjukkan beberapa manfaat dari puasa.
Saat berpuasa, jumlah sel darah merah dan sel darah putih meningkat dan kolesterol menurun.
Selain itu, puasa juga memiliki manfaat pada psikologis atau kesehatan jiwa.
Saat berpuasa, tubuh mengeluarkan hormon-hormon yang dapat membantu memperbaiki rasa cemas, menjaga suasana hati, hingga mengurangi stres.
Berikut ini tiga manfaat puasa ramadhan bagi kesehatan jiwa atau psikologis :
1.Meningkatkan mood
Salah satu manfaat puasa pada psikologis adalah membantu meningkatkan suasana hati (mood) yang positif.
Pada minggu awal puasa Ramadan, tubuh mulai beradaptasi dengan rasa lapar yang melepaskan sejumlah besar katekolamin yang membuat perasaan menjadi lebih baik.
Katekolamin adalah sekelompok hormon untuk menanggapi perasaan stres, termasuk hormon adrenalin, norepinefrin, dan dopamin.
• Minum Bubble Tea Saat Buka Puasa Memang Enak, Jika Terlalu Sering Bisa Kena Penyakit Mematikan Ini
Studi berjudul Effect of Ramadan Fasting on Endorphin and Endocannabinoid level in Serum juga memberikan penjelasan beberapa hormon yang kemungkinan diproduksi tubuh saat puasa.
Jurnal tersebut menyebut puasa mampu meningkatkan opioid endogen dan hormon endorfin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/ilustrasi-puasa.jpg)