Breaking News:

Daging Babi Dijual di Bandung

Daging Babi Beredar di Bandung, Begini Cara Bedakan Daging Sapi, Daging Babi dan Celeng

Gin Gin menjelaskan, dalam kondisi normal secara kasat mata perbedaan daging sapi, babi dan celeng akan sangat terlihat jelas dan mudah dibedakan.

Editor: Mumu Mujahidin
NET
Daging disimpan di kulkas. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati saat berbelanja daging untuk memenuhi kebutuhan. 
Menurut Gin Gin, hal tersebut harus tetap dilakukan lantaran dikhawatirkan masih ada oknum yang mengoplos daging sapi dengan daging celeng seperti yang terjadi di Kabupaten Bandung.
"Saya kira yang di Kabupaten Bandung itu bukan babi (ternakan), karena babi itu harganya hampir sama dengan daging sapi, tapi kalau celeng memang lebih murah," ujar Gin Gin Ginanjar, saat dihubungi, Selasa (12/5/2020).

Gin Gin menjelaskan, dalam kondisi normal secara kasat mata perbedaan daging sapi, babi dan celeng akan sangat terlihat jelas dan mudah dibedakan. 

Tapi, kata dia, yang terjadi di Kabupaten Bandung adalah daging-daging celeng tersebut dicampur dengan boraks dan dibekukan sehingga warnanya menyerupai daging sapi.

"Dari sisi penampakan kalau kondisi normal sangat kelihatan," katanya.

Keluarga Youtuber Ferdian Paleka CS Temui 4 Waria Korban Bingkisan Sampah, Upayakan Mediasi Damai

Gubernur Jabar Ridwan Kamil Klaim Hasil PSBB Provinsi Menggembirakan, Kematian dan Penambahan Turun

Untuk membantu masyarakat membedakan ketiga daging tesebut, Gin Gin merinci perbedaannya yakni, pertama daging sapi dari segi warna, daging sapi memiliki warna merah tua, dengan serat daging kasar dan rapat.
Kemudian tekstur daging sapi relatif lebih kenyal dibanding daging celeng dan babi. 
"Jadi kalau ditekan oleh jari, nanti daging sapi itu akan kembali lagi.
Lalu, lemak daging sapi tebal dan keras dengan bau khas sapi," ucapnya. 
Kedua, daging babi memiliki warna fisik berwarna merah pucat dengan serat daging halus dan renggang.
Kemudian teksturnya lebih lunak dibanding dengan daging sapi serta lemak daging tebal dan lunak, berbau amis.
Sedangkan daging celeng umumnya berwana merah muda, akan sangat kontras bila dibandingkan dengan daging sapi.
Serat daging celeng relatif lebih kasar bertekstur lunak dengan lemak daging yang lebih tipis dan dari segi aroma daging celeng lebih amis dan anyir.
Edarkkan 63 Ton Daging Babi
 Empat orang sudah ditangkap dan saat ini ditahan di Mapolresta Bandung karena menjual daging babi padahal daging sapi ke sejumlah pedagang daging di Kabupaten Bandung. 
Empat orang itu yakni Tuyadi, Paino, Andri Sudrajat dan Asep Rahmat.
"Empat orang sudah ditetapkan tersangka. Ty (54) dan P (46) domisili di Kampung Lembang Desa Kiangroke Kecamatan Banjaran. Lalu As (40) warga Baleendah dan Ar (39) warga Majalaya," ujar Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan, dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/5/2020).
Kasus ini bermula saat polisi mendapat laporan terkait ‎aktifitas penjualan daging babi di tempat tinggal Tuyadi dan Paino.
Setelah diselidiki, ditemukan banyak dagi babi seberat 500 kg di freezer di rumah Paino.
Belakangan, Paino dan Tuyadi berperan sebagai pengepul.
"Untuk tersangka As ditangkap saat hendak ke rumah P membeli daging babi untuk dijual lagi ke pasaran sebagai daging sapi. Tersangka AR ditangkap di Majalaya dan menyita daging babi seberat 100 kg," kata Hendra. 
Modus operandinya, Tuyadi dan Paino menjual daging babi itu ke para pengecer seperti tersangka Andri dan Asep untuk kemudian dijual lagi ke pasar.
"Bahwa daging babi dijual ke khalayak umum seolah-olah daging sapi dengan harga dari P dan Ty Rp 60 ribu per kg.  Lalu dijual ke tingkat pengecer Rp 75 ribu sampai Rp 90 ribu‎," ujarnya. 
Tekstur daging sapi biasanya tampak lebih berwarna kemerahan.
Daging babi, bentuknya tidak menyerupai persis daging sapi. 
"Nah untuk mengawetkan daging babi supaya menyerupai daging sapi, tersangka TY dan P mencampurkan borax ke daging babi sehingga warnanya lebih merah menyerupai daging sapi," ucap dia.
Ironisnya, daging sapi palsu itu sudah diedarkan ke sejumlah pasar di Kabupaten Bandung sebanyak 63 ton sejak enam bulan terakhir.
Namun, ia memastikan sudah banyak daging palsu yang disita.
"Didug‎a daging telat beredar kepada para pembeli baik rumah tangga maupun penjual bakso di tiga kecamatan, yakni Banjaran, Baleendah dan Majalaya. Masyarakat diimbau jangan panik, harus waspada jika menemukan harga daging yang harganya murah," ujar Agta. 
Kasat Reskrim Polresta Bandung AKP Agta Bhuwana menambahkan, dalam kasus ini, polisi menyita daging babi seberat 500 kg plus 100 kg.
Lalu lemari freezer, timbangan dan gantungan daging, mobil Grandmax, sepeda motor dan 12 besi pancing. Kata dia, daging babi itu dipasok dari Solo. 

 Ciri-ciri Turunnya Malam Lailatul Qadar, Berikut Doa dan Amalan yang Dianjurkan Rasulullah SAW

 BREAKING NEWS Berkeliaran di Malam Hari, 22 Orang Diduga Geng Motor Diamankan Polisi di Majalengka

Perbuatan itu seperti diatur di Pasal 91 a Juncto Pasal 58 ayat 6 Undang-undang 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Lalu Pasal 62 ayat 1 juncto Pasal 8 ayat 1 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved