video
VIDEO - Babi Hutan Rusak Lahan Tani, Warga Pasiragung Kuningan Pasang Perangkap dan Tangkap Babi
Babi yang ditangkap itu, lanjut Ayip, akan dijual ke penampung untuk hewan tersebut di Kuningan.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Babi hutan beberapa kali turun gunung merusak lahan pertanian di Desa Pasiragung, Kecamatan Hantara, Kuningan. Petani dan warga yang resah berhasil menangkap binatang hama itu memakai perangkap.
“Kami lumayan puas setelah menangkap hewan buruan yang selama ini merusak lahan pertanian,” kata Ayip, tokoh pemuda desa setempat, Jum’at (8/05/2020).
Ayip mengatakan, penangkapan hama babi itu dilakukan pada Jumat dini hari. Warga, kata Ayip, menggunakan alat perangkap yang didesain khusus.
”Kami tangkap hama babi menggunakan porog (perangkap,red),” ujarnya.
Sebelum pemasangan porog, kata Ayip, beberapa hari sebelumnya warga mempelajari situasi lingkungan sekitar. “Maksud dilakukan seperti itu, supaya usaha kita tdak sia-sia,” ujarnya.
Dia menjelaskan, jejak hama babi yang merusak sejumlah lahan pertanian di Pasiragung sangat jelas bekas-bekasnya. Biasanya, kata Ayip, hama babi merusak lahan itu secara bergerombol.
Melihat pengalaman tersebut, lanjut dia mengatakan, warga dan petani idak repot untuk pasang porog. ”Kan dari jejak hama babi sudah kita ketahui dan dipantau jelas,” katanya.
• Resep dan Cara Membuat Kolak Biji Salak yang Manis dan Kenyal, Cocok Dijadikan Menu Buka Puasa
• Jadwal Acara TV Hari Ini, Saksikan Sinema India Yeh Teri Galiyan di ANTV dan Bedah Rumah Baru di GTV
• UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia, Jumat 8 Mei 2020: Bertambah 336 Kasus Baru, Total 13.112 Kasus
Menurut Ayip, kawanan babi hutan itu merusakan lahan pertanian berupa kebun dan sawah.
”Tanaman singkong di desa kami rusak semua. Kemudian diperparah itu lahan sawah siap panen, malah diserang hama tersebut,” katanya.
Hama babi yang merusak lahan pertanian warga memiliki ukuran dan bobot berbeda. ”Kebetulan saat ini kami berhasail tangkap di taksir berbobot sekitar kurang satu kuintal,” ujarya.
Babi yang ditangkap itu, lanjut Ayip, akan dijual ke penampung untuk hewan tersebut di Kuningan.
Menggunakan porog dalam menangkap hama babi, kata Ayip, ini sebagai alternatif warga untuk memusnahkan hama yang banyak merusak lahan . ”Kalau biasanya berburu hama babi itu banyak warga yang ikut dan menggunakan anjing – anjing yang terlatih,” ujarnya. (*)