Seorang PDP di Majalengka Meninggal
Tim Penanggulangan Covid-19 Berharap Hasil Swab PDP yang Meninggal di Majalengka Negatif
Diketahui, warga Kecamatan Malausma itu baru pulang dari Karawang, Jawa Barat dengan mengalami gejala yang menyerupai Covid-19.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Majalengka berharap hasil swab Pasien dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia di Majalengka berakhir negatif.
Diketahui, warga Kecamatan Malausma itu baru pulang dari Karawang, Jawa Barat dengan mengalami gejala yang menyerupai Covid-19.
Ia menghembuskan nafas terakhir setelah menjalani perawatan di RSUD Majalengka selama tiga hari.
"Kami sudah terlebih dahulu mengambil sampel almarhum untuk diperiksa di laboratorium. Kita tunggu saja hasilnya, semoga saja negatif," ujar Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Majalengka, Alimudin, Kamis (16/4/2020).
Ali menjelaskan, meninggalnya PDP di Majalengka, menambah daftar meninggalnya warga yang mengalami gejala Covid-19.
Sebelumnya, warga Kecamatan Rajagaluh juga meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit di wilayah Kabupaten Cirebon.
Syukur, PDP tersebut dinyatakan negatif seiring keluarga almarhum juga melakukan rapid tes dengan hasil serupa.
• H-8 Ramadan, Berikut Cara dan Bacaan Niat Salat Tarawih Sendiri di Rumah Selama Pandemi Covid-19
• Bisnis Esek-esek Mami Lisa, Janda Cantik Ini Tawarkan 600 PSK Pada Pria Hidung Belang di Medsos
"Sepertinya, kalau yang warga Kecamatan Malausma ini keluarganya tidak dilakukan rapid tes, karena almarhum tidak melakukan kontak langsung dengan keluarga," ucapnya.
Lebih jauh Kepala Dinas Kesehatan Majalengka menyampaikan, saat yang bersangkutan pulang ke Majalengka, ia langsung turun di rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan.
Namun, Tuhan berkehendak lain, warga berjenis kelamin laki-laki tersebut akhirnya meninggal dunia dengan hasil pemeriksaan memiliki riwayat penyakit paru-paru.
Pemakaman Sesuai Protokol Kesehatan
Proses Pemakaman Pasien Dalam Pengawasan di Majalengka digelar sesuai prosedur protokol kesehatan.
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Majalengka, Alimudin mengatakan hal itu dilakukan karena yang bersangkutan selama perawatan mengalami gejala menyerupai Covid-19.
• Begini Kronologi Meninggalnya PDP Asal Majalengka, Pasien Diketahui Baru Pulang Dari Karawang
• BREAKING NEWS: Seorang PDP Covid-19 di Majalengka Meninggal, Punya Riwayat Sakit Paru-paru
Saat menghembuskan nafas terakhir, warga asal Kecamatan Malausma itu masih mengalami gejala tersebut.
"Karena ada ciri-ciri itu, akhirnya oleh kami dimasukan ke PDP dan perawatan dan proses penguburannya seperti pasien Covid-19," ujar Ali, Kamis (16/4/2020).
Alimudin menjelaskan, dengan menggunakan prosedur pemakaman sesuai protap kesehatan, seluruh tenaga medis yang bertugas menguburkan juga otomatis menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.
Seperti, baju, helm, kaca mata, masker, sarung tangan dan lain-lain.
"Hanya petugas medis saja yang boleh berada di sekitar pemakaman, keluarga juga tidak dianjurkan untuk ikut membantu selama proses pemakaman," ucapnya.
• Hendak Pesta Narkoba, Belasan Remaja Tanggung di Kuningan Digerebek di Kos-kostan
• Bisnis Esek-esek Mami Lisa, Janda Cantik Ini Tawarkan 600 PSK Pada Pria Hidung Belang di Medsos
Kini, Ali menambahkan, pihaknya masih menunggu hasil swab yang telah dikirim ke laboratorium di Jakarta.
Dengan maksud, mengetahui apakah almarhaum terpapar Covid-19 atau tidak.
"Sebelumnya kami sudah tes, namun hasil swabnya belum keluar hingga saat ini, mudah-mudahan hasilnya negatif," kata Ali.