Seorang PDP di Majalengka Meninggal
Proses Pemakaman PDP di Majalengka Dilaksanakan Sesuai Prosedur Protokol Kesehatan
Saat menghembuskan nafas terakhir, warga asal Kecamatan Malausma itu masih mengalami gejala tersebut.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Proses Pemakaman Pasien Dalam Pengawasan di Majalengka digelar sesuai prosedur protokol kesehatan.
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Majalengka, Alimudin mengatakan hal itu dilakukan karena yang bersangkutan selama perawatan mengalami gejala menyerupai Covid-19.
• Begini Kronologi Meninggalnya PDP Asal Majalengka, Pasien Diketahui Baru Pulang Dari Karawang
• BREAKING NEWS: Seorang PDP Covid-19 di Majalengka Meninggal, Punya Riwayat Sakit Paru-paru
Saat menghembuskan nafas terakhir, warga asal Kecamatan Malausma itu masih mengalami gejala tersebut.
"Karena ada ciri-ciri itu, akhirnya oleh kami dimasukan ke PDP dan perawatan dan proses penguburannya seperti pasien Covid-19," ujar Ali, Kamis (16/4/2020).
Alimudin menjelaskan, dengan menggunakan prosedur pemakaman sesuai protap kesehatan, seluruh tenaga medis yang bertugas menguburkan juga otomatis menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.
Seperti, baju, helm, kaca mata, masker, sarung tangan dan lain-lain.
"Hanya petugas medis saja yang boleh berada di sekitar pemakaman, keluarga juga tidak dianjurkan untuk ikut membantu selama proses pemakaman," ucapnya.
• Hendak Pesta Narkoba, Belasan Remaja Tanggung di Kuningan Digerebek di Kos-kostan
• Bisnis Esek-esek Mami Lisa, Janda Cantik Ini Tawarkan 600 PSK Pada Pria Hidung Belang di Medsos
Kini, Ali menambahkan, pihaknya masih menunggu hasil swab yang telah dikirim ke laboratorium di Jakarta.
Dengan maksud, mengetahui apakah almarhaum terpapar Covid-19 atau tidak.
"Sebelumnya kami sudah tes, namun hasil swabnya belum keluar hingga saat ini, mudah-mudahan hasilnya negatif," kata Ali.
Kronologis Meninggalnya PDP
Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Kabupaten Majalengka meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
Ia pulang dari Karawang, Jawa Barat menuju rumahnya yang berada di Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka pada Senin (13/4/2020).
"Dia sudah lama merantau di Karawang, namun karena situasi wabah Corona dan yang bersangkutan sedang merasakan sakit tidak enak (demam) badan akhirnya memutuskan untuk pulang mudik," ujar Jubir Gugu Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Majalengka, Alimudin, Kamis (16/4/2020).