Perantau Asal Majalengka Tes Corona
VIDEO - 700 Warga Perantau yang Pulang Kampung Diperiksa oleh Tim Medis Covid-29 Majalengka
Warga yang mengalami gejala batuk, panas, dan sesak nafas akan dipisahkan menuju ke tenda yang telah disediakan.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Sebanyak 700 warga perantau yang pulang ke Kabupaten Majalengka diperiksa oleh tim medis Covid-29 Majalengka, Senin (30/3/2020).
//
Rombongan menggunakan 10 kendaraan bus dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, Tasikmalaya, Karawang dan daerah lainnya.
Mereka diarahkan menuju lapangan sepak bola Desa Weragati, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka untuk diperiksa secara bergantian.
Ada 10 petugas dari tim medis Covid-19 yang terdiri dari 1 dokter, 3 perawat dan 7 tenaga pembantu yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap yang siap memeriksa sesuai tupoksinya.
Pantauan Tribuncirebon.com di lokasi, ada tiga tenda yang tersedia untuk seluruh warga yang nantinya akan ditempatkan sesuai keluhan warga.
Satu persatu warga turun dari bus dengan langsung diarahkan mencuci tangan di tempat yang telah tersedia.
• Seorang Pakar Jamin Kasus Virus Corona di Indonesia Akan Turun Pada Juni, Dengan Syarat Lakukan Ini
• Dua Mal Besar di Cirebon Tutup Sementara Selama Pandemi Covid-19, Buka Kembali Tanggal 15 April
• Yuk Baca Doa Qunut Nazilah, MUI Imbau Umat Islam Baca Doa Itu, Agar Terhindar dari Virus Corona
Lalu, tim medis menyemprotkan disinfektan ke seluruh tubuh warga secara menyeluruh.
Setelah itu, alat thermal scanner juga tak lupa untuk memeriksa suhu tubuh para warga.
Warga yang mengalami gejala batuk, panas, dan sesak nafas akan dipisahkan menuju ke tenda yang telah disediakan.
Sedangkan, para warga yang sehat atau tidak mengalami gejala akan di data dan tetap diimbau untuk berada di rumah selama 14 hari.
Kepala UPTD Puskesmas Waringin sekaligus koordinator dalam kegiatan tersebut, Mulyana Alamsyah mengatakan, standar kesehatan sendiri sebenarnya tidak perlu untuk dilakukan penyemprotan disinfektan kepada seluruh warga yang baru pulang dari rantauan.
Namun, dengan jumlah yang sangat banyak, dirinya mengaku kesulitan untuk mendata ke seluruh warga tersebut.
"Standar kesehatan sendiri, seebetulnya tidak perlu kita melakukan penyemprotan, ketika orang datang yang dinamakan Pendata Perjalanan Area Terjangkit (PPAT) cukup datang, melaporkan dan mengisolasi kan di rumah selama 14 hari, tapi karena ini jumlahnya banyak maka sullit kalau kita nanti edukasi satu persatu ke rumah, maka ada kesempatan berkumpul, maka untuk mengurangi resiko penularan virus, kita semprot disinfektan," ujar Mulyana, Senin (30/3/2020).
Mulyana menyampaikan, setidaknya ada sekitar 700 warga yang hari ini tiba dari berbagai daerah untuk pulang ke rumah masing-masing.
Ini merupakan tahap pertama, yang akhirnya akan ada sekitar 3.000 orang yang bakal datang ke Kabupaten Majalengka secara berkala.
"Akan ada ribuan orang yang datang ke Kabupaten Majalengka untuk beberapa hari ke depan. Hari ini 700 orang, besok juga masih ada, sekitar ada ribuan lah," ucapnya.
Hingga saat ini, pemeriksaan kepada para warga masih berlangsung.
Dan akan berakhir pada pukul 15.00 WIB sore hari nanti.