Wisata Keraton Kasepuhan Cirebon Ditutup

Keraton Kasepuhan Ditutup Sementara, Sultan Sepuh XIV Ungkap Rencana Kegiatan yang Akan Dilakukan

Menurut Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, penutupan sementara itu untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Bangunan utama Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Senin (30/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Mulai hari ini wisata Keraton Kasepuhan ditutup sementara hingga 8 April 2020.

Menurut Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, penutupan sementara itu untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Suasana Taman Dewandaru di Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Senin (30/3/2020).
Suasana Taman Dewandaru di Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Senin (30/3/2020). (Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi)

Anggota Polisi Ini Cabuli Ibu Mertua Saat Istri Pergi, Mertua Tak Berani Mengadu, Takut Mereka Cerai

Rencananya salah satu destinasi wisata sejarah di Kota Cirebon itu kembali dibuka pada 9 April 2020.

"Tapi kegiatan internal di lingkungan keraton tetap berjalan seperti biasa," ujar Arief Natadiningrat saat ditemui di Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Senin (30/3/2020).

Ia mengatakan, kegiatan internal itu di antaranya perawatan dan pembersihan kompleks Keraton Kasepuhan.

Selain itu, para pemandu, abdi dalem, dan petugas keamanan juga tetap disiagakan untuk menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan keraton.

Takut Wabah Corona, Diam di Rumah tapi Makan Jadi Tak Terkontrol, Hati-hati Kolesterol, Nih Obatnya

Bahkan, para pemandu juga akan mengikuti serangkaian pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dirinya.

"Ada pelatihan Bahasa Inggris dan upgrading skill untuk memandu wisatawan juga," kata Arief Natadiningrat.

Menurut Arief, pelatihan Bahasa Inggris dan upgrading skill memandu itu menghadirkan para mentor internal keraton.

Hal tersebut dilakukan untuk lebih memanjakan wisatawan yang berkunjung ke Keraton Kasepuhan.

Selain itu, pihaknya juga akan menyemprot cairan disinfektan ke seluruh kompleks keraton termasuk Museum Benda Pusaka dan Dalem Agung Pakungwati.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Godog Rencana Kemungkinan Jawa Barat Lockdown, tapi. . .

"Penyemprotan disinfektan di Keraton Kasepuhan dilakukan hari ini, kalau Gua Sunyaragi dan makam Sunan Gunung Jati sudah disemprot beberapa waktu lalu," ujar PRA Arief Natadiningrat.

Wisata Keraton Kasepuhan ditutup

Wisata Keraton Kasepuhan resmi ditutup mulai hari ini.

Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, mengatakan, penutupan Keraton Kasepuhan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Seluruh destinasi wisata di lingkungan Keraton Kasepuhan termasuk Museum Benda Pusaka dan Dalem Agung Pakungwati ditutup sementara waktu.

 Anggota Polisi Ini Cabuli Ibu Mertua Saat Istri Pergi, Mertua Tak Berani Mengadu, Takut Mereka Cerai

"Ditutup sementara mulai 30 Maret 2020 - 8 April 2020," kata PRA Arief Natadiningrat saat ditemui di Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Senin (30/3/2020).

Ia mengatakan, Keraton Kasepuhan akan dibuka kembali untuk wisatawan pada 9 April 2020.

Menurut Arief, penutupan salah satu destinasi wisata sejarah di Kota Udang itu untuk mendukung upaya Pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona.

 LIDA 2020 Top 12 Besar, di Grup 1 Dini Tentukan Urutan Tampil, Siapakah yang Tersenggol?

Karenanya, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk menaati imbauan Pemerintah di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang.

Di antaranya, selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan tetap di rumah saja.

"Selalu cuci tangan setelah beraktivitas dan menjaga kebersihan lingkungan," ujar PRA Arief Natadiningrat.

PRA Arief Natadiningrat mengatakan, wisata ziarah Sunan Gunung Jati yang dikelola keraton lebih dulu ditutup sejak beberapa waktu lalu.

 PT KAI Daop 1 Jakarta Batalkan 21 Perjalanan KA Lokal, Begini Caranya untuk Refund Pembelian Tiket

Sementara obyek wisata Taman Air Gua Sunyaragi tetap dibuka, tetapi hanya untuk pemeliharaan.

Jika ada pengunjung yang datang maka tetap dikenakan biaya tiket masuk Rp 10 ribu per orang.

"Pertimbangannya Gua Sunyaragi lokasinya relatif terbuka, sinar matahari dan sirkulasi anginnya juga lancar, sehingga relatif aman," kata PRA Arief Natadiningrat.

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved