Penimbun Masker
Timbun 17.500 Masker di Apartemen untuk Dijual Online, Mahasiswi di Jakarta Ini Diciduk Polisi
Diketahui, pasca merebaknya virus corona, masker dan hand sanitizer atau pembersih tangan berbasis alkohol menjadi barang langka yang ditemukan.
Sialnya, ketika kotak dibuka, ia justru menemukan puluhan masker bekas yang kondisinya sudah cacat.
Ia mengaku tidak teliti melihat merk dan distributor yang tidak jelas.
Di kardus masker yang ia beli hanya tertulis lokasi produksi yang ada di Jakarta.
@Anelies_Syarief kemudian memberi peringatan kepada pengguna Twitter lainya untuk berhati-hati dalam membeli masker.

Anelies juga mengingatkan pemburu masker untuk melihat kondisi maskler di dalam boks apabila diperkenankan.
Ia kemudian memberi penjelasan mengapa dirinya menyembunyikan nama apotek di Jogja tersebut.
"Temen temen kenapa aku gak nulis nama apoteknya,krn untuk aku yg penting org2 sekitar hati2 aware sudah ada produk itu dipasar,
"Aku gak mau urusan sama nama instansi karena belum tentu instansi itu salah, bisa jadi dia mrupakan korban. Karena dia hanya menjual,bukan mjd produsen," tulis @Anelies_Syarief di cuitannya.
Menurutnya, yang paling bersalah dalam kasus ini adalah si produsen masker.
Ia meminta pengguna Twitter lainnya untuk menyerahkan kasus ini kepada pihak yang berwajib.
Berkat utasnya yang viral, @Anelies_Syarief sudah dihubungi secara langsung oleh pihak Polda DIY.
Utas ini kini telah mendapat lebih dari 14ribu retweets dan 13,8 ribu likes.
Timbun Masker Untuk Dijual di Selandia Baru, Dua Mahasiswa Ditangkap Polisi
Sementara itu, Polisi menggagalkan pengiriman 200 boks masker ke Selandia Baru oleh dua mahasiswa perguruan tinggi swasta di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/3/2020).