Pasien Diisolasi di RSUD Majalengka

Pasien Suspect Corona Majalengka Sudah Dirawat 3 Hari di Ruang Isolasi, Timbul Gejala Sepulang Umrah

Lanjut Erni, saat dalam pemeriksaan ternyata pasien sudah memiliki riwayat gejala paru-paru sebelum melakukan ibadah umrah.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
RSUD Majalengka 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalengka merawat pasien gejala demam dan batuk yang menyerupai Viruc Corona (Covid-19).

Sang pasien yang berjenis kelamin perempuan itu sudah dirawat di ruang isolasi selama tiga hari.

Kepala Bidang Pelayanan dan Keperawatan RSUD Majalengka, Erni Harleni menjelaskan berdasarkan pengakuan pasien, yang bersangkutan mengalami gejala batuk dan demam tinggi selepas pulang dari ibadah umrah.

BREAKING NEWS Satu Pasien Diisolasi di RSUD Majalengka, Alami Gejala Batuk dan Demam Tinggi

Warga Ramai Beli Bahan Pangan karena Virus Corona, Pemkab Cirebon Pastikan Stok Bahan Pangan Aman

Saat itu, pasien mengeluh demam dengan suhu di atas rata-rata dan batuk yang berkelanjutan.

"Pasien itu katanya habis pulang umrah, selepas tiga hari berada di rumah, ia mengalami batuk dan demam," ujar Erni saat ditemui di RSUD Majalengka, Rabu (4/3/2020).

Lanjut Erni, saat dalam pemeriksaan ternyata pasien sudah memiliki riwayat gejala paru-paru sebelum melakukan ibadah umrah.

Namun, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak RS langsung melakukan perawatan yang diawali di ruang IGD dan kini di ruang Isolasi.

"Ternyata dia itu punya riwayat sakit atau sudah mengeluh sakit sebelum berangkat ke umrah, tapi kami lakukan penanganan sesuai prosedur termasuk penanganan dalam hal diduga terjangkit virus itu (Covid-19)," ucapnya.

Wanita Cantik Asal Malang Ini Diselingkuhi Terus Diminta Rias Keluarga Sang Mantan di Acara Kawinnya

Ketua RT Kepergok Selingkuh dengan Istri Orang oleh Anak Tirinya, Babak Belur Dihajar Massa

Masih dikatakan Eni, kini kemungkinan pasien akan dirujuk ke Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon pada hari ini.

Alasannya, hal tersebut sesuai prosedur agar pasien mendapatkan perawatan yang maksimal.

"Ya ini sesuai prosedur, karena kita kan bukan tempat rujukan untuk terduga," kata Eni.

Pasien Diisolasi di RSUD Majalengka

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalengka kedatangan satu pasien dengan gejala serta ciri-ciri batuk dan demam tinggi.

Pasien berjenis kelamin perempuan itu kini berada di ruang Isolasi.

Kepala Bidang Pelayanan dan Keperawatan RSUD Majalengka, Erni Harleni mengatakan saat datang pasien pada Minggu (1/3/2020) yang bersangkutan dirawat di ruang IGD.

Sebab pasien mengeluhkan demam dengan suhu yang sangat tinggi.

"Awalnya pasien datang dengan kondisi demam di atas suhu rata-rata yakni 39 derajat. Langsung kami bawa ke ruang IGD," ujar Dr Erni, Rabu (4/3/2020).

Lanjut dirinya menyampaikan, selain demam dengan suhu tinggi, pasien juga diketahui dalam keadaan batuk secara terus-menerus.

Oleh karena itu, pihak rumah sakit langsung memindahkan pasien ke ruang Isolasi.

MotoGP Qatar 2020 Batal karena Wabah Virus Corona, Valentino Rossi Gelar Balapan Sendiri

ZODIAK CINTA Hari Ini, Taurus Beradu Argumen sama Pasanganmu, Virgo Dia Tahu Apa yang Buatmu Bahagia

"Karena diduga gejalanya menyerupai virus itu (Covid-19) atau Corona, kami langsung membawa ke ruang khusus isolasi, tujuannya kami melakukan penanganan yang intensif agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan," ucapnya.

Masih dikatakan Erni, kemungkinan pasien akan dirujuk ke Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon pada hari ini.

Alasannya, hal tersebut sesuai prosedur agar pasien mendapatkan perawatan yang maksimal.

"Ya ini sesuai prosedur, karena kita kan bukan tempat rujukan untuk terduga," kata Erni.

tampak pintu masuk ruang isolasi di RSUD Majalengka
tampak pintu masuk ruang isolasi di RSUD Majalengka (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Alur Pelaporan

 Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam penanganan dan pencegahan Covid-19. Salah satunya membentuk Jabar Crisis Centre Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Berli Hamdani mengatakan pihaknya sudah memiliki alur pelaporan dan penanganan Covid-19 di Jabar.

"Alur ini dibuat agar pelaporan dan penanganan Covid-19 di Jabar melalui satu pintu. Itu akan membuat penanganan lebih cepat dan tepat," kata Berli di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (4/3).

Menurut Berli, masyarakat yang memiliki gejala Covid-19, seperti demam, batuk, dan sesak nafas, dan riwayat perjalanan ke negara terjangkit Covid-19 harus memeriksakan kondisi ke Puskesmas maupun rumah sakit terdekat.

"Puskesmas maupun rumah sakit yang memeriksa pasien yang memiliki gejala atau riwayat perjalanan ke luar negeri akan melapor kepada dinas kesehatan kabupaten/kota," katanya.

Laporan tersebut, kata Berli, akan diteruskan kepada Dinkes Jabar. Yang kemudian diteruskan kepada tim ahli Rumah Sakit Hasan Sadikin.

"Tim ahli itulah yang menentukan apakah pasien masuk kategori pengawasan atau pemantauan. Agar tindakan yang dilakukan sesuai dengan prosedur," ucapnya.

 Wanita Cantik Asal Malang Ini Diselingkuhi Terus Diminta Rias Keluarga Sang Mantan di Acara Kawinnya

 Akibat Gunung Merapi Meletus, Rumah Presiden Jokowi di Solo Terguyur Hujan Abu Erupsi Gunung Merapi

 Nyolong Mobil, Ucok Tak Sadar di Belakang Ada Penumpang, Nekat Todongkan Pisau, Ucok Ditembak Polisi

Jika masuk kategori pemantauan, pasien dibolehkan pulang dan akan mendapatkan pantauan dari Puskesmas maupun dinkes kabupaten/kota.

"Selama 14 hari itu dipantau dan petugas puskemas maupun dinas akan datang memeriksa. Kalau terjadi kondisi semakin menurun, akan masuk ke pengawasan," katanya.

Berli mengatakan, pasien yang masuk pengawasan akan dirawat di rumah sakit dan mendapatkan penanganan sesuai dengan gejala dan keluhan.

"Sambil dilakukan tata laksana rumah sakit dan diberi obat sesuai gejala atau keluhan, rumah sakit akan mengambil sampel. Kemudian menentukan apakah positif Covid-19 atau tidak," ucapnya.

Nantinya, kata Berli, semua hasil pemeriksaan dan jumlah pasien dalam pengawasan maupun pemantauan akan dilaporkan kepada Kementerian Kesehatan.

"Kami juga memiliki call centre. Masyarakat bisa menghubungi kami apabila mempunyai gejala Covid-19, riwayat perjalanan luar negeri, atau menjalin kontak dengan pasien positif Covid-19," katanya.

"Laporan dari masyarakat akan kami teruskan ke dinas kabupaten/kota untuk mendapat penanganan. Alur seperti itu sudah sesuai dengan pedoman Kemenkes maupun WHO," tambahnya.

Berikut Nomor Hotline COVID19 Dinas Kesehatan Provinsi Jabar: 0811-2093-306 dan Emergency Kesehatan: 119. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribuncirebon.com dengan judul BREAKING NEWS Satu Pasien Diisolasi di RSUD Majalengka, Alami Gejala Batuk dan Demam Tinggi

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved