Viral di Media Sosial
VIDEO Bullying Siswi SMP oleh Temannya Gara-gara Rebutan Pria, Dijambak, Ditampar Hingga Sulit Tidur
Berdasarkan informasi, kejadian tersebut berlokasi di Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.
"Menurut korban, ini bukan yang pertama kalinya, tetapi sebelumnya pelaku ini sudah pernah melakukan yang sama," ujarnya.
Kemudian, dia mengantar korbannya sampai Masjid Panjang karena masih ketakutan bercerita dengan orangtuanya.
Dia juga menyebarkan video tersebut ke media sosial untuk memberikan efek jera kepada para pelaku perundungan.
"Video itu buat mencegah aksi serupa, jangan sampai ada lagi kasus seperti ini terulang kembali," kata dia.
Kasus perundungan itu mendapatkan perhatian khusus dari Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kudus.
Ketua Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kudus, Noor Haniah menjelaskan, jika pertemuan antara korban dan pelaku itu awalnya untuk membuat foto bersama rekan-rekan yang lain.
• BREAKING NEWS Akibat Hujan Deras Ratusan Makam di Blok Curug Indramayu Terendam Banjir
• 8 Faktor Pendorong Seseorang Selingkuh, Media Sosial & Perjalanan Dinas Bisa Menjadi Penyebabnya
"Ya awalnya mereka bisa bertemu itu karena mau diajak selfie," kata dia.
Kendati demikian, pihaknya belum bisa memastikan apakah korban dijebak dalam kondisi itu atau faktor ketidaksengajaan.
"Saya belum tahu detilnya apakah itu jebakan buat korban atau tidak. Tapi memang mereka berkumpul itu rencananya mau selfie," jelasnya.
Akibat kejadian itu, menurutnya, membuat korban berinisial J (13), tidak bisa tidur dan makan sejak Selasa (25/2) malam.
"Ya katanya korban ini semalam nggak bisa tidur dan dari malam kemarin belum makan. Makanya sekarang saya mau ajak makan dulu," kata Ketua JPPA Kudus, Noor Haniah, Rabu (26/2)
Noor mengatakan, akan mendampingi korban perundungan itu hingga kasusnya selesai dan pulih psikologisnya.
• Diungsikan hingga Pendampingan Psikologis, Keluarga Tersangka Susur Sungai Dibully Warga & Netizen
• VIDEO - 3 Bocah SD Kibarkan Bendera Merah Putih di Tengah Kepungan Banjir Setinggi Dada Mereka
Pihaknya mengupayakan agar kasus tersebut juga selesai secara kekeluargaan sehingga orangtua pelaku semua diundang.
"Kami sudah menyelesaikan secara kekeluargaan dengan semua pihak, baik korban dan pelaku," ujar dia.
Diduga, dalam kasus tersebut melibatkan sekitar sembilan orang pelajar yang berasal dari tiga sekolah.