Narapidana di Lapas Kuningan Dijatah Makan Rp. 17 000 Per Hari, Sudah Termasuk Daging Ayam

menu kami sajikan di sini disesuaikan dengan anggaran yang ada. Akan tetapi kami tetap menyajikan makanan dengan menu sehat

Narapidana di Lapas Kuningan Dijatah Makan Rp. 17 000 Per Hari, Sudah Termasuk Daging Ayam
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Video conference serentak bersama 681 UPT Lapas di seluruh Indonesia di Aula Lapas Kelas IIA Kuningan dengan tema "Kolaborasi Dukung Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020", Kamis (27/2/2020). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Pemerintah pusat melalui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenhuham, red) melakukan pemangkasan anggaran untuk makan narapidana (Napi) di Lapas Kelas IIA Kuningan.

Anggaran yang sebelumnya ditentukan sebesar Rp. 19.000 kini menjadi Rp. 17.000 untuk per narapidana. 

Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan Gumilar Budirahayu melalui Kasi Bindik Lapas Kuningan Ratri Eko Saputro membenarkan adanya pemotongan untuk biaya makan sebanyak tiga kali dalam sehari.

“Jika dirinci, dengan jatah Rp 17.000 untuk satu terpidana, makan satu kali itu dijatah sekitar Rp 5.600. Kemudian, menu kami sajikan di sini disesuaikan dengan anggaran yang ada. Akan tetapi kami tetap menyajikan makanan dengan menu sehat," kata Ratri di sela mengikuti video conference di Aula Lapas Kuningan, Kamis (27/02/2020).

Menurut Ratri, sajian menu makan seharga Rp 5.600 itu tidak terlepas dari daging ayam disertai menu varian lainnya. Di antaranya sayuran dan lauk pauk sebagai tambahan dalam menu makan yang sering disajikan bagi penghuni lapas di sini.

“Untuk yang masak ada bagian khusus dan dibantu dengan 10 orang napi binaan,” kata Ratri.

Video Conference itu serentak dilakukan bersama 681 UPT Lapas di seluruh Indonesia dengan tema "Kolaborasi Dukung Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020".

“Kegiatan ini bertujuan membuat terobosan baru terkait adanya resolusi permasyarakatan. Ada 15 hal penting yang menjadi resolusinya,” jelasnya.

Mantan Istri Gading Marten, Gisel Diperiksa Polisi, Terseret Kasus Dugaan Pembobolan Kartu Kredit

Berikut 15 poin Deklarasi Resolusi Pemasyarakatan tahun 2020:
1. Berkomitmen mendorong 681 Satuan Kerja (Satker) Pemasyarakatan mendapatkan predikat WBK/WBBM.
2. Pemberian hak Remisi kepada 288.530 narapidana.
3. Pemberian program integrasi berupa Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), dan Cuti Menjelang Bebas (CMB) kepada 69.358 narapidana.
4. Pemberian rehabilitasi medis dan sosial kepada 21.540 narapidana pengguna narkotika.
5. Pemberian layanan makanan siap saji di UPT Pemasyarakatan Tangerang dan Nusakambangan.
6. Pencegahan dan pengendalian penyakit menular di seluruh Lapas/ Rutan.
7. Peningkatan kualitas WBP menjadi SDM unggul melalui pelatihan keterampilan bersertifikasi kepada 35.860 narapidana.
8. Mewujudkan ketahanan pangan melalui penanaman tanaman pangan seluas 100 ha;
9. Mewujudkan zero overstaying.
10. Mewujudkan penyelesaian overcrowding.
11. Meningkatkan PNBP sebesar Rp 7 milyar.
12. Pembentukan kelompok masyarakat peduli Pemasyarakatan pada tiap wilayah.
13. Menyelenggarakan sekolah mandiri bagi anak merdeka belajar pada 19 LPKA.
14. Mewujudkan revitalisasi pengelolaan basan dan baran pada 64 Rupbasan, dan
15. Mengantarkan 48 narapidana teroris berikrar kesetiaan kepada NKRI

Resolusi pemasyarakatan tahun 2020 ini harus dilaksanakan di seluruh UPT Lapas yang ada di Indonesia. Saat ini, masyarakat juga perlu tahu bahwa resolusi itu bisa langsung menyentuh dengan kepentingan warga binaan di dalamnya.

”Program resolusi ini sangat penting agar masyarakat paham seperti apa upaya yang dilakukan pemasyarakatan dalam melaksanakan program-programnya,” ujar Ratri. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved