Pria di Sidoarjo Tebas Sahabatnya Pakai Celurit, Tersinggung Dihina Tampangnya Tampang Maling Ayam
Gurauan kelewatan bisa jadi membuat orang yang diajak bergurau marah, bahkan naik pitam.
Marah mendengar itu, mereka sempat cekcok.
Sejurus kemudian Nito pulang ke tempat kosnya di Tambakoso.
Dia mengambil sebilah celurit dan kembali ke TPI.
Begitu ketemu korban, dia langsung menghujamkan senjatanya.
Tiga kali sabetan celurit, korban tersungkur dan tewas di lokasi kejadian.
"Dari situ saya kemudian kembali ke kos.

Lalu kabur ke Jember, hendak pulang ke rumah," akunya.
Dalam pelariannya itulah dia diringkus petugas gabungan Polsek Waru dan Buser Polresta Sidoarjo.
"Tersangka kami tangkap saat di Jatiroto, Lumajang," ucap Wakapolresta Sidoarjo AKBP Anggi Naulifar Siregar.
Dalam pemeriksaan, diketahui memang pelaku nekat menghabisi nyawa korban karena sakit hati atau tersinggung dengan perkataan korban.
Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal seumur hidup.
"Pembunuhan ini dilatar belakangi karena sakit hati. Pelaku tersinggung diejek oleh korban," ujar dia.
4 buron pembacokan di alun-alun Puger

Kasus terpisah, polisi berhasil menangkap empat orang rekan Ajis Saputra dalam kasus pembacokan yang menewaskan Mardi Rahmad Dani, warga Kecamatan Puger. Sebelumnya empat orang itu masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Polisi menyebut empat orang itu berinisial Il, R, D dan I. Semuanya warga Kabupaten Jember.