VIDEO - Peringati Hari Peduli Sampah Masyarakat Kampung Cireundeu Tabur Bunga di Eks TPA Leuwigajah
Abah Widi memanjatkan doa dan menaburkan bunga ke arah lokasi bekas longsoran. Dupa pun dibakar sembari masyarakat yang lain turut menabur bunga
Laporan Wartawan Tribun, Daniel Andreand Damanik
TRIBUNCIREBON.COM, CIMAHI - 21 Februari 2005, tepatnya 15 tahun yang lalu, Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) di Leuwigajah, Cimahi terjadi longsor yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia.
Mengenang peristiwa tersebut, Masyarakat Kampung Adat Cireundeu selalu menggelar acara peringatan melalui upacara adat dan menggelar tabur bunga di kawasan bekas longsoran.
Abah Widi yang merupakan salah satu sesepuh Kampung Adat Cireundeu dan Abah Emen memandu acara peringatan 15 tahun peristiwa longsor di TPA Leuwigajah.
Warna-warni kembang bunga, dupa, air, kendi, dan bambu disusun sedemikian rupa di tengah-tengah kerumunan warga yang berkumpul di bawah ditenda yang di dekor berwarna merah dan putih.
Seusai bersilaturahmi dengan warga, Abah Widi dan masyarakat lainnya berjalan menuju lokasi longsor sampah. Ada sekira 20 orang yang ikut berjalan kaki menuju lokasi penaburan bunga.
Setiba di lokasi, Abah Widi memanjatkan doa dan menaburkan bunga ke arah lokasi bekas longsoran. Dupa pun dibakar sembari masyarakat yang lain turut menabur bunga dan memercikkan air dari dalam botol.
• Situs Matangaji Rusak, Sultan Sepuh XIV Surati Wali Kota Cirebon
• Dukun Cabul di Ngamprah Kabupaten Bandung Barat Tega Gauli Dua Anak Tirinya Hingga Hamil
• Magdalena Menyesal Telat Jemput Anaknya di Sekolah, Anak Diculik Cewek Misterius, Disiksa, Dibunuh
Alunan suara Karinding mengiringi prosesi penaburan bunga. Ada tiga orang yang berjejer memainkan Karinding. Cuaca mendung disertai gerimis tidak mengurangi kesakralan upacara tersebut.
Setelah menabur bunga, Abah Widi mengatakan bahwa peringatan tersebut akan selalu dilakukannya bersama warga. Pada tahun ini, Abah Widi bersyukur masih banyak saudara-saudara yang datang dari luar kota untuk menunjukkan kepeduliannya pada peringatan tersebut.
Tidak jauh dari lokasi penaburan bunga, terlihat truk berwarna hijau yang membuang sampah.
"Kita lihat mobil itu mobil siapa, sudah pernah saya sampaikan kepada satuannya, namun masih tetap membuang sampah. Ini Pemerintah dan Aparat tidak memberikan contoh yang baik," katanya.
Menuju lokasi acara, ada terowongan yang memiliki panjang sekira 10 meter dibentangkan dan bagian atap serta dindingnya terbuat dari plastik dan botol plastik bekas sampah.
Berbagai tulisan tentang kepedulian terhadap lingkungan dipajang di tenda-tenda lokasi acara.