Kamis, 11 Juni 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

DETIK-DETIK Tembok Penahan Tebing di Garut Longsor Sesaat Setelah Gempa 4,9 Skala Richter

Tidak ada laporan korban jiwa akibat longsor TPT. Akses Jalan Raya Limbangan sempat terhambat karena material longsor berserakan ke jalan

Tayang:
Editor: Machmud Mubarok

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan, menuturkan, TPT yang yang roboh memiliki tinggi 12 meter dan panjang 50 meter.

"Longsor terjadi setelah ada gempa pukul 07.57. Setelah TPT retak, lalu ambrol ke pinggir jalan," kata Tubagus.

Kasatlantas Polres Garut, AKP Asep Nugraha, mengatakan, material TPT yang ambruk tak menganggu arus lalu lintas di jalan nasional itu. Petugas sudah melakukan evakuasi material longsor. Batu dan tanah dari TPT yang ambruk hanya menutup bahu jalan sekitar satu meter.

"Tak ganggu arus lalu lintas kendaraan dari arah Bandung ke Tasikmalaya atau sebaliknya. Tidak sampai ke badan jalan materialnya," ujar Asep.

Asep menambahkan, tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Petugas di lapangan dapat melakukan evakuasi dengan cepat.

"Proses evakuasi material TPT tidak akan mengganggu lalu lintas. Jadi kendaraan dari dua lajur masih normal," katanya.

Ia menduga, ambruknya TPT di bawah Perum Pondok Indah Palasari Cijolang itu karena konstruksi bangunan kurang kuat. Ditambah intensitas hujan yang tinggi beberapa hari terakhir.

"Warga sekitar bilang sudah dua kali longsor. Sebelumnya kecil longsorannya. Sekarang lebih besar karena panjangnya sampai 50 meter," ucapnya.

Kepala Desa Cijolang, Deden Zaenal Muttaqin, menyebut TPT yang ambruk itu akan kembali dibangun. Namun ia belum bisa memastikan waktu pembangunannya.

"Saya belum ketemu dengan pemilik Perumahan Palasari Cijolang. Soalnya dari pihak pengembang yang harus bangun TPT lagi," kata Deden.

Jika terlalu lama dibiarkan, tuturnya, akan membahayakan bangunan SMPN 3 Limbangan.

Hati-hati

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo, mengatakan material longsor berada di sekitar jalan raya Limbangan-Nagreg. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dalam berkendara saat melintasi titik terjadinya longsoran.

"Gempa dirasakan warga di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. BMKG menyebutkan bahwa masyarakat Garut dan sekitarnya merasakan guncangan gempa. Mereka yang berada di Garut, Tasikmalaya, dan Pangandaran, merasakan gempa dengan intensitas II – III MMI dan masyarakat di Sukabumi III MMI," katanya melalui suaran resmi, Jumat (21/2).

MMI atau Modified Mercalli Intensity, katanya, merupakan skala untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Skala pada II MMI menjelaskan bahwa getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang, sedangkan III MMI yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved