Patung Ganesha Ditemukan di Antara Puluhan Arca yang Terpendam Satu Meter di Batu Mahpar Tasikmalaya

karyawan objek wisata Batu Mahpar melakukan penggalian di sejumlah titik di dalam kawasan obyek wisata, Minggu (9/2), setelah ditemukannya sebuah patu

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Firman Suryaman
Seorang karyawan objek wisata Batu Mahpar di Leuwisari Tasikmalaya membersihkan patung berupa ganesha yang baru ditemukan di kompleks Batu Mahpar, Selasa (11/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribun, Firman Suryaman

TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Puluhan patung batu diduga artefak (benda peninggalan sejarah) yang ditemukan di lokasi objek wisata Batu Mahpar, Kampung Tegal Munding, Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari,Kabupaten Tasikmalaya, ternyata rata-rata ditemukan di kedalaman hanya satu meter.

"Bahkan sebagian besar berada di kedalaman kurang dari satu meter," kata Nais Siti Nuraisyah, saat ditemui di lokasi, Selasa (11/2).

Seperti diketahui, karyawan objek wisata Batu Mahpar melakukan penggalian di sejumlah titik di dalam kawasan obyek wisata, Minggu (9/2), setelah ditemukannya sebuah patung yang sebagian terkubur dan sudah lumutan.

Upaya penggalian sepanjang hari Minggu (9/2) itu, berhasil menemukan sebanyak 22 patung. Terdiri dari sebuah patung ganesha, sisanya patung mirip monyet, bayi dan orang botak yang rata-rata berukuran tinggi sekitar 50 cm.

Menurut Nais, penggalian sementara pada hari Minggu (9/2) hanya di dua tempat yang belum terjamah penataan. "Dari dua lokasi itulah ditemukan 22 patung. Rata-rata ditemukan di delaman hanya sekitar satu meter," katanya.

Bahkan dua patung mirip monyet sedang meringkuk ditemukan di bawah sebuah tangga tembok, di kedalaman hanya sekitar 50 cm. Yang lainnya ditemukan di kedalaman antara 50 cm sampai satu meter.

Seluruh patung yang berhasil ditemukan kini diamankan berceceran di sejumlah tempat. Termasuk di bangunan yang rencananya kan dijadikan museum.

"Saya belum tahu patung-patung ini mau diapakan. Tapi kalau museum sudah selesai, tampaknya akan disimpan sementara di sana," ujar Nais.

Sejak 2013

Temuan puluhan patung yang diduga artefak di obyek wisata Batu Mahpar, Kampung Tegal Munding, Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, ternyata sudah diketahui sejak tahun 2013.

"Sebenarnya pada tahun 2013 sudah diketahui, berbarengan dengan mulai dibangunnya obyek wisata ini. Tapi saat itu hanya satu dan tersembul ke permukaan. Selama ini dibiarkan karena lebih fokus ke pembangunan dan penataannya dulu," kata Nais Siti Sya'adah, salah seorang karyawan obyek wisata Batu Mahpar, saat ditemui di lokasi, Selasa (11/2).

Seperti diketahui, sebanyak 22 patung berukuran tinggi rata-rata 50 cm ditemukan, saat dilakukan penggalian di lokasi obyek wisata, sepanjang hari Minggu (9/2). Patung-patung tersebut berbentuk ganesha, monyet, bayi yang rata-rata sedang duduk meringkuk.

"Penggalian baru difokuskan di dua tempat. Awalnya yang digali adalah yang pertama kali terlihat pada tahun 2013. Tapi saat penggalian agak melebar, ditemukan lagi patung lainnya. Termasuk patung ganesha," ujar Nais.

Patung-patung tersebut kini disimpan berceceran di beberapa lokasi yang aman, namun mudah diakses pengunjung. "Bisa dilihat langsung pengunjung. Tapi kami awasi, agar tidak dirusak oleh tangan-tangan jahil. Rencananya seluruh patung akan disimpan di museum yang tengah dibangun di lokasi objek wisata," ujar Nais.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved