Seorang Pria di Karawang Tega Habisi Mantan Istri Disaksikan Anaknya, Masuk ke Rumah Lewat Atap
Pelaku memasuki rumah korban melewati atap rumah dan kondisi korban tengah tertidur. Sempat adu mulut di antara keduanya
"Iya sempat minta tolong. Tapi mantan suaminya pergi gitu saja biasa," tambahnya.
Warga yang belum sadar jika pelaku pembacokan adalah mantan suami korban sendiri tidak mengejarnya sehingga pelaku berhasil kabur.
Suara Istighfar Wanita Ini Jadi Akhir Hidup Saat Ditemukan Bersimbah Darah
Heri paman korban pertama kali mendengar suara istighfar dan jeritan atau teriakan minta tolong Mardiyana (45), sebelum akhirnya ditemukan tak bernafas.
Korban wanita tewas bersimbah darah di rumah kos Surabaya tergeletak di anak tangga dalam kondisi tangan memegangi bagian perut dan dadanya.
"Saya dengar dia (korban) istighfar dan minta tolong. Lalu, saya ke atas, saya dekati sudah terlihat diam. Saya panggil perangkat kampung, ternyata sudah tidak bergerak. Di lantai itu ada darah banyak sekali," kata Heri.
Lebih lanjut, Heri menyebut jika terduga pelaku pembunuhan itu merupakan eks suami sirinya yang bernama Abdus Salam.
"Iya itu banyak warga yang lihat dia keluar bawa semacam samurai dibungkus koran lalu dikempit (ditaruh antara lengan dan pinggang) terus jalan biasa saja," katanya.
Heri sempat mengejar terduga pelaku setelah tahu keponakannya bersimbah darah, namun sayang, pelaku lebih dulu kabur.
• Malam Jumat, Ini Doa untuk Berhubungan Suami Istri, Benarkah Hubungan Intim Malam Jumat Itu Sunah?
• Ular Piton Nyaris Mangsa Bayi 4 Bulan Saat Terlelap Tidur, Sang Ibu Histeris Panggil Tetangga
Polisi kejar pelaku
Unit Reskrim Polsek Sawahan Surabaya masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku pembunuhan Mardiyana (45) warga Petemon Barat 1H Surabaya.
Polisi masih belum dapat memastikan motif pelaku pembunuhan yang diduga dilakukan oleh Abdus Salam, mantan suami siri korban.
"Belum tahu pastinya. Hanya saja terduga pelaku ini datang terus bertengkar. Cuma tidak sering juga datangnya," kata Kanit Reskrim Polsek Sawahan Surabaya, Iptu Ristitanto, Kamis (30/1/2020).
Disinggung terkait motif asmara, Risti masih enggan menegaskannya. Meski demikian, fakta menyebut jika korban pernah menikah sebanyak empat kali semasa hidupnya.
"Belum tahu kalau itu (asmara). Hanya saja keterangan keluarga dan warga, korban memang sudah empat kali menikah. Ada yang resmi dan ada yang siri. Masih kami dalami,"tandasnya.
• Tes Kepribadian Cara Duduk Cewek: Jika Cewek Duduk Ngangkang Tandanya Dia Orang yang Percaya Diri
• ZODIAK CINTA BESOK Jumat 31 Januari 2020, Taurus Gimana Jika Kamu Ketemu Mantan Kekasih? Bersiaplah