Polisi Cianjur Periksa Direktur PT Karya Utama Terkait Ambruknya Jembatan Cibalagung
Satreskrim juga melakukan pemeriksaan bagian perencanaan konsultan perencana kegiatan pembangunan Jembatan Cibalagung
Laporan Wartawan Tribun, Ferri Amiril Mukminin
TRIBUNCIREBON.COM, CIANJUR - Satreskrim Polres Cianjur telah memeriksa beberapa orang terkait ambruknya jembatan Cibalagung pada ruas jalan Pasir Gede Raya-Tangkil (Tahap II).
Beberapa orang yang diperiksa tersebut di antaranya dari dua orang pemasang baja dan direktur sekaligus pemilik CV Karya Utama selaku pemenang lelang proyek.
Polisi juga telah melakukan olah TKP untuk mengetahui sebab-sebab jembatan tersebut runtuh, karena jembatan tersebut masih dalam proses pengerjaan.
Kepala Urusan Sub Bagian Humas Polres Cianjur, Ipda Budi Setiayuda, mengatakan Satreskrim juga mengambil dokumen kontrak kegiatan pembangunan Jembatan Cibalagung, dokumen progress pekerjaan kegiatan pembangunan Jembatan Cibalagung, dan dokumen visual pekerjaan kegiatan pembangunan Jembatan Cibalagung.
"Satreskrim juga melakukan pemeriksaan bagian perencanaan konsultan perencana kegiatan pembangunan Jembatan Cibalagung," ujar Budi, Rabu (5/2/2020).
Beberapa pihak lainnya yang diperiksa adalah PA, PPK, pengawas lapangan dari Dinas PUPR kegiatan Pembangunan Jembatan Cibalagung.
Dilanjutkan dengan pemeriksaan konsultan pengawas kegiatan Pembangunan Jembatan Cibalagung dan pihak/tim teknis PT Yambala Indonesia selaku Tim Erektion dan sekaligus sebagai pabrikasi.
• Puluhan Napi Wanita Hamil Mendadak di Penjara Khusus Wanita, Mereka Ingin Hamil Karena Alasan Ini
• Nahas Sang Ibu Mengaku Sempat dapat Pertanda Buruk Lewat Mimpi, Jika Anaknya Bakal Tenggelam
Detik-detik Ambruk
Detik-detik ambruknya jembatan Cibalagung proyek Dinas PUPR dengan anggaran Rp 5,5 miliar ternyata hampir merenggut dua nyawa pekerja yang masih berada di atas jembatan dan bertumpu hanya pada tali pengaman yang melilit ke badan.
Dua pekerja tersebut adalah AS (35) dan KR (37). Keduanya masih tertambat pada tali pengaman dan berada di atas jembatan yang menghubungkan Desa Bojongherang dengan Desa Babakankaret, Kecamatan Cianjur ini.
Keduanya masih berpegangan ke baja jembatan di saat semua pekerja sudah turun karena mengetahui ada pergeseran cukup riskan di bagian sisi jembatan sebelah selatan.
Berbekal pengalaman, keduanya mencoba tak panik dan hanya berpegangan ke bagian jembatan sambil menjaga posisi tubuh agar tak terjatuh ke sungai.
"Kami mencoba tak panik, sesuai arahan dan pengalaman, kami berdua berpegangan pada baja jembatan dan percaya pada tali pengaman," ujar AS.
Ia pun turun dan melepas tali setelah bagian tengah jembatan mendarat di dasar sungai.