Ular Piton Nyaris Mangsa Bayi 4 Bulan Saat Terlelap Tidur, Sang Ibu Histeris Panggil Tetangga
Seekor ular piton ditemukan di kamar milik warga Jalan Ahmad Yani Lorong Beringin Jaya, 13 Ulu Palembang.
Karenanya, Dede mewanti-wanti agar masyarakat tidak memegang langsung saat menemukan ular tersebur.
Ciri utama ular jenis viper itu yang paling mencolok adalah kepalanya berbentuk seperti segitiga, badannya didominasi warna hijau dan merah di bagian ekornya.
"Ular bangkai laut ini merupakan yang paling berbahaya dan mematikan di kelasnya," ujar Dede Juliansyah.
Bisa ular tersebut, kata Dede, mengakibatkan kematian dalam waktu lima jam setelah gigitan khususnya jika tidak segera mendapatkan pertolongan.
Bahkan, bayi ular itu yang baru dilahirkan sama berbahaya seperti ular dewasanya.
Ia mengatakan, ular bangkai laut biasa hidup di atas dahan pohon dan aktif di malam hari.
• Mantan Kapten Persib Bandung, Atep Datangi KPU, Ajukan Diri Mau Jadi Calon Wakil Bupati Bandung
• Mengais Rezeki Dari Kerajinan Kursi Ecobrick, Para Lansia Indramayu Kampanyekan Peduli Lingkungan
"Ular jenis ini melahirkan anak-anaknya bukan bertelur, biasanya bayi ular berjatuhan dari pohon tempat induknya melahirkan," kata Dede Juliansyah.
Pohon-pohon yang menjadi favorit ular bangkai laut biasanya berada dekat dengan pemukiman warga, khususnya di daerah kebun atau hutan.
Dalam sekali reproduksi, ular bangkai laut dapat melahirkan hingga lebih dari 20 ekor.
Dede sendiri pernah mendapati ular bangkai laut yang beranak hingga 25-an ekor.
Musim berkembang biak ular tersebut biasanya terjadi pada pertengahan dan akhir tahun.
"Ular jenis ini juga tergolong agresif dan langsung menyerang saat merasa terancam," ujar Dede Juliansyah.
Artikel ini telah tayang di Tribuncirebon.com dengan judul TERNYATA Bisa Ular Bangkai Laut Berbahaya, Selevel dengan Bisa Ular Kobra, Begini Penjelasannya