Enam PNS Majalengka dan 43 Orang Warga Terjaring Razia Satpol PP, Karena Berkeliaran Saat Jam Kerja

Hasilnya, Satpol PP berhasil merazia enam PNS dan empat puluh tiga non PNS yang berkeliaran saat jam kerja.

Enam PNS Majalengka dan 43 Orang Warga Terjaring Razia Satpol PP, Karena Berkeliaran Saat Jam Kerja
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Satpol PP Majalengka melakukan pemeriksaan identitas terhadap warga 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Majalengka melaksanakan kegiatan razia pada Pegawai Negeri Sipil (ASN) dan warga yang tidak beridentitas, Selasa (28/1/2020).

Hasilnya, Satpol PP berhasil merazia enam PNS dan 43 orang yang berkeliaran saat jam kerja.

Kepala Seksi Penindakan Satpol PP Kabupaten Majalengka, Mohamad Wahidin menjelaskan pihaknya menjaring enam PNS dan empat puluh tiga non PNS yang tidak membawa identitas.

Razia itu dilakukan di pusat keramaian, baik di pasar modern maupun di pasar tradisional di Kabupaten Majalengka.

"Kegiatan kali ini kami membagi menjadi dua tim dan ada empat titik yang kami lakukan penertiban," ujar Wahidin, Selasa (28/1/2020).

Setelah ditangkap, pihaknya mendata para PNS dan warga yang terjaring razia tersebut.

Namun, mereka belum dikenakan sanksi.

"Kami lakukan pendataan terlebih dahulu dan kami berikan peringatan. Ini tentunya, demia terciptanya ketertiban di kalangan masyarakat," ucapnya.

Empat Anggota Keluarga Pasien Suspect Cirebon dalam Pengawasan Karena Pernah Kontak dengan Pasien

Ditunjuk Jadi RS Rujukan Virus Corona oleh Kemenkes, RSUD Indramayu Miliki Fasilitas Lengkap

Mohamad Wahidin menjelaskan, jika ke depannya terjaring razia kembali pada orang yang sama, pihaknya akan menindak tegas dengan melakukan tindak pidana ringan.

"Kalau saat ini kami lakukan pendataan terlebih dahulu, tapi jika kedapatan kembali terjaring razia kami akan tindak dengan tegas," kata Wahidin.

Lebih jauh dirinya menyampaikan, bahwa kegiatan ini sudah rutin dilakukan oleh Satpol PP Majalengka sebanyak dua kali dalam sebulan.

Adapun kegiatan tersebut sering disebut juga Gerakan Disiplin Nasional (GDN) dan Yustisi.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved