Breaking News:

Info Kesehatan

Anda Suka Makan Kol Goreng? Meski Enak, Ternyata Bisa Picu Penyakit Mematikan Ini

Banyak orang yang menyukai menu satu ini karena rasanya jadi lebih nikmat dibanding kol di lalapan.

NET
Ilustrasi Kol Goreng 

TRIBUNCIREBON.COM - Apakah Anda suka makan kol goreng?

Biasanya kol goreng, disajikan bersama ayam geprek atau jenis ayam goreng lainnya.

Dan penikmat kol goreng ada banyak di Indonesia.

Banyak orang yang menyukai menu satu ini karena rasanya jadi lebih nikmat dibanding kol di lalapan.

Menkes Terawan Semprot BRI Sebut Ada Karyawannya Terjangkit Virus Corona, Ternyata Cuma Sakit Ini

Namun, ternyata kol goreng punya dampak buruk untuk kesehatan kita jika terlalu sering dimakan, bahkan bisa menyebabkan berbagai penyakit.

Apa saja bahaya terlalu banyak makan kol goreng, ya?

Ayo cari tahu!

1. Menambah jumlah kalori

Kol termasuk salah satu jenis sayuran yang rendah kalori.

Setengah bonggol kol mentah seberat 100 gram bahkan hanya mengandung 22 kalori.

Hal ini karena sekitar 92 persen dari seluruh bobot kol adalah air.

Kalori kol goreng lebih tinggi karena adanya kalori ekstra dari minyak. Saat digoreng, kol juga menyerap banyak minyak.

Begini Cara Makan Bawang Putih yang Benar, Khasiatnya Sudah Terbukti Apalagi Dimakan Pagi Hari

2. Merusak kandungan nutrisi

Kol sangat kaya akan nutrisi, seperti protein, lemak, dan karbohidrat.

Sayuran ini juga kaya akan serat, vitamin C, K, dan B kompleks, serta mineral seperti kalsium, fosfor, dan mangan.

 

Sayangnya, proses menggoreng dengan suhu tinggi bisa merusak nutrisi kol.

Mengukus, merebus, dan menumis adalah cara masak yang lebih baik untuk menjaga nutrisi sayuran, termasuk kol.

3. Meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke

Walaupun enak, kol goreng ternayata bukan makanan yang baik untuk jantung.

Saat dipanaskan melampaui titik asapnya, struktur kimia minyak akan berubah.

Pengolahan berulang dengan minyak yang sama juga dapat mengubah minyak menjadi lemak trans.

Lemak trans adalah lemak jahat yang bisa meningkatkan kolesterol jahat dan memicu pembentukan plak pada pembuluh darah.

Lama kelamaan plak ini bisa menghambat aliran darah sehingga menyebabkan stroke, penyakit jantung, dan serangan jantung.

Cara Memilih Produk Kosmetik dan Skincare yang Baik, Begini Kiat Suksesnya

4. Meningkatkan risiko kanker

Kol memiliki senyawa antikanker yang disebut sulphoraphane

Sulphoraphane bekerja dengan menghambat enzim histone deacetylase.

Enzim ini berperan dalam perkembangan berbagai jenis kanker, termasuk kanker kulit, pankreas, dan prostat.

Sayangnya, proses pengolahan kol goreng justru menyebabkan pembentukan senyawa acrylamide yang bersifat karsinogenik (memicu kanker).

Acrylamide memiliki peran dalam perkembangan kanker rahim, ovarium, paru-paru, ginjal, dan kerongkongan.

Menggoreng kol memang akan meningkatkan cita rasanya, tapi manfaat dan nilai nutrisinya justru berkurang.

Jadi, kurangi konsumsi kol goreng mulai sekarang, ya! (Sarah Nafisah)

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved