ILC TVOne
Ketua Sunda Empire Jadi Bahan Lelucon di ILC, Sudjiwo Tedjo: Saya Lihat Unsur Kritik Pada Demokrasi
Mulanya Sudjiwo Tedjo menyampaikan komentar satire soal tema yang diangkat ILC, yakni soal kerajaan-kerajaan fiktif di Indonesia.
Ia menyayangkan langkah para intelektual yang malah menertawakan Keraton Agung Sejagat atau pun Sunda Empire.
• Dipaksa Ngaku Lempar Batu oleh Oknum Penyidik, Lutfi Alfiandi: Kuping Saya Dijepit, Disetrum
"Karena jangan-jangan kalau saya jadi orang kerajaan saya juga ketawa lihat demokrasi," jelas Sudjiwo Tedjo.
"Saya sangat sayangkan beberapa intelektual di sini ketawa lihat sistem kerajaan,"
"Padahal kalau saya dalam kerajaan saya ketawa lihat sistem demokrasi," imbuhnya.
Sudjiwo Tedjo lantas membeberkan alasan mengapa sistem demokrasi dapat menjadi bahan tertawaan.
• Gara-gara Bentuk Alisnya, Siswi SMA di Sumsel Dihina hingga Ditendang Guru: Saya Dikatain Anak Jin
Ia mengatakan dalam demokrasi, pemimpin dipilih berdasarkan suara terbanyak di pemilihan umum (pemilu).
Sedangkan kapasitas intelektual peserta pemilu tak seragam.
"Gimana saya enggak ketawa? wong kebenaran diukur dari suara terbanyak, sangat tidak masuk akal," ucap Sudjiwo Tedjo.
"Kebenaran itu ditentukan oleh para ahli,"
• Petinggi Sunda Empire Sebut Bandung Sebagai Wilayah Atlantik, Dedi Mulyadi Beri Jawaban Telak
"Kita ketawa terhadap dupa dan kemenyan, tapi kita enggak ketawa terhadap sistem pemilihan umum,"
"Bukan saya merendahkan petani bukan syaa merendahkan tukang becak, gimana suara mereka disamakan dengan profesor,"
"Enggak masuk akal," tegasnya.
Sudjiwo Tedjo juga mengkritik pendapat yang menyebut dalam sistem demokrasi tak ada kelas sosial seperti di kerajaan.
• Karena Bentuk Alisnya, Siswi SMA di Sumsel Dihina dan Ditendang Guru: Saya Dikatain Anak Jin
"Orang miskin enggak bisa duduk di kelas bisnis, itu pengekelasan, apa bedanya dengan kerajaan?" kata Sudjiwo Tedjo.
Ia lantas menegaskan alasannya tak tertawa meski dimatanya pernyaataan Raden Rangga Sasana tak masuk akal.