Mengintip Keseruan Persiapan Tahun Baru Imlek di Kelenteng An Tjeng Bio Indramayu
Mereka membersihkan sejumlah peralatan yang menjadi ornamen klenteng, seperti lampion, tempat lilin, meja, lukisan, dan masih banyak lagi.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Sesuai jadwal, perayaan Imlek itu akan jatuh pada tanggal 25 Januari 2020 mendatang.
Salah satunya dengan membersihkan rupang atau patung dewa.
Biokong atau juru kunci, Suryana (60) mengatakan ada sebanyak 18 patung dewa yang terdapat di Klenteng An Tjeng Bio.
Terdiri dari, 12 patung dewa laki-laki dan 6 patung dewa perempuan.
"Untuk memandikan patung dewa ini khusus oleh juru kunci, tidak boleh yang lain," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di Klenteng An Tjeng Bio Indramayu, Selasa (21/1/2020).
Pantauan Tribuncirebon.com, patung-patung dewa ini sebelumnya dikumpulkan di ruang utama klenteng.
Setelah dikumpulkan, juru kunci mulai memandikan patung-patung dewa dengan cara dilap menggunakan kain basah.
• Peringatan Dini BMKG: Waspada Gelombang Tinggi dan Hujan Guntur di Beberapa Wilayah Indonesia
• ZODIAK CINTA Hubungan Asmara Aries Memasuki Fase Bahaya, Sebab Aries Mulai Mengabaikan Pasangan
• Jadwal Lengkap Acara Televisi Selasa 21 Januari 2020, Nanti Malam Ada ILC dan Liga Dangdut Indonesia
Adapun air yang digunakan untuk memandikan patung dewa itu mesti menggunakan air yang sebelumnya sudah di rendam dengan bunga melati.
Uniknya, baskom yang digunakan untuk merendam air bunga melati itu pun, disebutkan Suryana harus berwarna merah.
Suryana tidak menjelaskan secara detail alasan harus menggunakan baskom merah tersebut, menurutnya, hal demikian sudah merupakan tradisi dan menyesuaikan dengan warna identik klenteng, yaitu merah.
Tidak hanya patung dewa, disampaikan Suryana seluruh bagian klenteng termasuk ruangan dan ornamen-ornamen juga dibersihkan menjelang Hari Imlek sekarang ini.
"Kalau ornamen lain tidak apa-apa dibersihkan oleh orang lain, khusus dewa saja oleh kunci, sudah seperti itu tradisinya dari dulu," ucapnya.