VIDEO - Warga Mekarsari Indramayu Turun ke Jalan, Tolak Pembangunan PLTU II, Dampaknya Minta Ampun

Desa Mekarsari yang dahulunya kaya dengan pohon kelapa, disebutkan dia sekarang sudah mati dan kini sudah menjalar ke desa tetangga,

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Ratusan warga yang mengatasnamakan Jaringan Tanpa Asap Batu Bara Indramayu (Jatayu) memprotes wacana pembangunan PLTU II.

Mereka menggeruduk Gedung DPRD Kabupaten Indramayu menyuarakan aspirasinya.

Rencananya PLTU dengan kapasitas 2x1000 MW itu akan dibangun di Desa Mekarsari, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu.

Koordinator aksi, Domo Waro (62) mengatakan, penolakan warga tidak terlepas akibat dampak yang selama ini dirasakan dari pembakaran batu bara.

Dampak itu sudah dirasakan warga sejak PLTU Indramayu yang berlokasi di Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra beroperasi pada 10 tahun lalu.

"Dampaknya itu sudah minta ampun, dulu para petani, nelayan yang merupakan warga Mekarsari cukup untuk memenuhi ekonomi keluarga, untuk anak sekolahnya, sekarang sudah tidak lagi," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di Gedung DPRD Kabupaten Indramayu, Senin (20/1/2020).

Domo Waro menjelaskan, jika dahulu sebelum adanya PLTU, masyarakat yang bermata pencaharian sebagai nelayan bisa menangkap ikan dengan jumlah banyak dengan biaya operasional yang sedikit.

"Dulu para nelayan mencari ikan menghabiskan solar 5 liter saja sudah dapat banyak, tapi setelah terjadinya PLTU I walau sudah menghabiskan solar 20 liter belum tentu dapat ikannya," ucapnya.

Berangkat ke Arab Saudi Jadi TKW, Nanih Warga Sumedang Pulang Jadi Jenazah, Ini Penyebab Kematiannya

Penyanyi Dangdut Iis Dahlia Pernah Gerebek Suaminya di Hotel di Bali, Ternyata Ini yang Ditemukan

Remaja Asyik Berfoto Selfe di Jembatan Gantung, Tiba-tiba Jembatan Putus, 4 Orang Meninggal

Tidak hanya itu, Desa Mekarsari yang dahulunya kaya dengan pohon kelapa, disebutkan dia sekarang sudah mati dan kini sudah menjalar ke desa tetangga, seperti Desa Sumuradem, Desa Patrol Baru, dan Desa Patrol Lor.

Dampak lainnya, tradisi masyarakat yang terkenal dengan produksi terasi udang sekarang ini bahkan terancam punah.

"Budaya hilang, kesehatan, ekonomi hancur karena semua habis oleh dampak pembakaran baru bara proyek PLTU," ucapnya. (*)

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved