Breaking News:

Kabar Selebriti

Sidang Kasus Ikan Asin, Rey Utami Menangis Sampai Pecah Pembuluh Darah Mata Karena Rindu Kepada Anak

mata Rey Utami mengalami sedikit pembekakan dan berwarna kebiruan. Walau begitu, Rey Utami mengaku sudah memeriksakan diri ke dokter.

Editor: Machmud Mubarok
Tribunnews/Herudin
Trio terdakwa kasus ikan asin, Galih Ginanjar, Pablo Benua, dan Rey Utami menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019). Galih Ginanjar, Pablo Benua, dan Rey Utami didakwa melakukan pencemaran nama baik Fairuz A Rafiq di media sosial dan dijerat dengan Pasal 27 Ayat 1, Ayat 3 Jo Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), serta pasal 310 dan pasal 311 KUHP dengan ancaman hukumannya lebih dari 6 tahun penjara. 

Jaksa penuntut umum (JPU) menyebut ada saksi fiktif yang diajukan oleh pihak Pablo Benua. Jaksa Donny M Sany mengatakan, pihak kepolisian telah memeriksa secara detail perihal daftar saksi dan domisili tinggal mereka ketika proses penyelidikan berlangsung.

Menurut Donny, seluruh daftar saksi yang ada dalam tiap perkara harus sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan tidak bisa dimanipulasi.  

“Ditahap penyidikan juga dilakukan (pengecekan domisili), mana saja saksinya yang meringankan (pada terdakwa),” kata Donny saat ditemui usai sidang lanjutan pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (13/1/2020).

Kata Donny, pihak Pablo hanya menyebut nama Deddy dan Effendi Suwandi dalam daftar saksi. Akan tetapi, Effendi Suwandi yang diajukan menjadi salah satu saksi, ternyata nama tersebut fiktif. 

“Di mana setelah dicari Effendi Suwandi oleh kepolisian ternyata itu fiktif, orang-orang tidak ada yang tahu siapa dia dan keberadaannya setelah kami lakukan BAP,” lanjut Donny.

Adapun, dalam sidang pembacaan tanggapan eksepsi, JPU menolak eksepsi yang diajukan oleh tim kuasa hukum trio ikan asin.

NASIB Sial Maling di Cirebon, Pemilik Rumah Ternyata Jago Karate, Pelaku Babak Belur & Ditangkap

Yoyo Tak Berada di Lokasi Kejadian Saat Rukonya Ambruk Akibat Longsor, Tahu Saat Warga Teriak-teriak

Sedangkan dalam eksepsi sebelumnya, tim hukum ketiga terdakwa menyatakan keberatan terkait lokasi persidangan. 

Menurut mereka, sidang seharusnya digelar di PN Cibinong karena sebagian besar terdakwa tinggal di Kabupaten Bogor. Namun, JPU menyebut saksi dari kasus ini lebih banyak tinggal atau berdomisii di wilayah hukum PN Jakarta Selatan.

Tiga Pasal Berbeda

Tiga terdakwa kasus ujaran "ikan asin" yang terdiri dari Pablo Benua, Galih Ginanjar, dan Rey Utami didakwa dengan tiga pasal berbeda.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved