Breaking News:

Ular Kobra Merajalela, Dinkes Jabar Distribusikan Serum Antibisa Ular, Dapat Diperoleh di Pusyankes

pihaknya meminta warga waspada walaupun belum ada laporan mengenai warga yang digigit ular dari kasus atau temuan tersebut.

instagram/panjipetualang_real
Ular king kobra di Kapuas yang disebut tidak berpindah tempat selama 4 tahun (kiri) dan Panji Sang Petualang (kanan) 

Laporan Wartawan Tribun, M Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat memastikan kelancaran distribusi serum Anti Bisa Ular (ABU) ke kabupaten dan kota di Jawa Barat untuk mengantisipasi temuan ular kobra di sejumlah tempat di Jabar sejak beberapa hari lalu.

Jika ada warga yang tergigit ular, diminta segera mendatangi pusat pelayanan kesehatan (pusyankes) atau aparat setempat untuk mendapat penanganan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Berli Hamdani Gelung Sakti, mengatakan langkah pencegahan diutamakan dalam penanganan kasus merebaknya perkembangan ular di sejumlah titik di Jawa Barat ini.

Masyarakat diminta terus berkoordinasi dengan aparat desa, keamanan, dan bidang penanganan hewan di pemerintahan setempat.

"Kami dari dinas kesehatan bertugas untuk penanganan korban, dan semoga tidak ada korban gigitan ular. Penanganan ularnya dari aparat keamananan dan dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait hewan," kata Berli di Kantor Dinas Kesehatan Jabar, Selasa (17/12).

Berli mengatakan pihaknya meminta warga waspada walaupun belum ada laporan mengenai warga yang digigit ular dari kasus atau temuan tersebut. Terpenting, katanya, dinas kesehatan setempat sudah menyiapkan serum Anti Bisa Ular.

"Saran untuk warga, kalau menemukan ular atau binatang lain yang berpotensi melukai, segera hubungi dinas peternakan atau kesehatan hewan atau petugas keamanan terdekat. Jangan melakukan penanganan secara sendiri. Kalau ada penyedia jasa profesional penanganan hama atau ular, hubungi mereka," katanya.

Kalau sampai dipatuk ular katanya, segera lakukan pertolongan pertama dengan mengikat bagian tubuh proksimal atau yang ke arah jantung dari tubuh tergigit. Kemudian, letakkan bagian tubuh yang tergigit selalu lebih rendah dari jantung.

"Hubungi petugas kesehatan dan biarkan petugas kesehatan yang menangani selanjutnya," katanya.

Cerita Aneh Kemunculan Anak Ular Kobra di Tasikmalaya, Warga Didatangi Perempuan Cantik dalam Mimpi

Pedagang di Pasar Baru Indramayu Lempar Kritik Pedas Untuk PTUN Bandung Soal Cipto Gudang Rabat

VIDEO - Bayi Kukang Ditemukan Warga dalam Kondisi Lemah, Akhirnya Dievakuasi BKSDA Wilayah Cirebon

Berli mengatakan walau beredar kabar bahwa penemuan ular-ular tersebut disebabkan mereka memang berkembang biak pada akhir tahun, Berli belum bisa mengkategorikan kasus ini sebagai kejadian luar biasa. Terpenting, katanya, adalah antisipasi dan pencegahannya supaya hewan tidak menyakiti manusia.

Halaman
1234
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved