Ular Kobra Merajalela, Dinkes Jabar Distribusikan Serum Antibisa Ular, Dapat Diperoleh di Pusyankes
pihaknya meminta warga waspada walaupun belum ada laporan mengenai warga yang digigit ular dari kasus atau temuan tersebut.
Laporan Wartawan Tribun, M Syarif Abdussalam
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat memastikan kelancaran distribusi serum Anti Bisa Ular (ABU) ke kabupaten dan kota di Jawa Barat untuk mengantisipasi temuan ular kobra di sejumlah tempat di Jabar sejak beberapa hari lalu.
Jika ada warga yang tergigit ular, diminta segera mendatangi pusat pelayanan kesehatan (pusyankes) atau aparat setempat untuk mendapat penanganan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Berli Hamdani Gelung Sakti, mengatakan langkah pencegahan diutamakan dalam penanganan kasus merebaknya perkembangan ular di sejumlah titik di Jawa Barat ini.
Masyarakat diminta terus berkoordinasi dengan aparat desa, keamanan, dan bidang penanganan hewan di pemerintahan setempat.
"Kami dari dinas kesehatan bertugas untuk penanganan korban, dan semoga tidak ada korban gigitan ular. Penanganan ularnya dari aparat keamananan dan dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait hewan," kata Berli di Kantor Dinas Kesehatan Jabar, Selasa (17/12).
Berli mengatakan pihaknya meminta warga waspada walaupun belum ada laporan mengenai warga yang digigit ular dari kasus atau temuan tersebut. Terpenting, katanya, dinas kesehatan setempat sudah menyiapkan serum Anti Bisa Ular.
"Saran untuk warga, kalau menemukan ular atau binatang lain yang berpotensi melukai, segera hubungi dinas peternakan atau kesehatan hewan atau petugas keamanan terdekat. Jangan melakukan penanganan secara sendiri. Kalau ada penyedia jasa profesional penanganan hama atau ular, hubungi mereka," katanya.
Kalau sampai dipatuk ular katanya, segera lakukan pertolongan pertama dengan mengikat bagian tubuh proksimal atau yang ke arah jantung dari tubuh tergigit. Kemudian, letakkan bagian tubuh yang tergigit selalu lebih rendah dari jantung.
"Hubungi petugas kesehatan dan biarkan petugas kesehatan yang menangani selanjutnya," katanya.
• Cerita Aneh Kemunculan Anak Ular Kobra di Tasikmalaya, Warga Didatangi Perempuan Cantik dalam Mimpi
• Pedagang di Pasar Baru Indramayu Lempar Kritik Pedas Untuk PTUN Bandung Soal Cipto Gudang Rabat
• VIDEO - Bayi Kukang Ditemukan Warga dalam Kondisi Lemah, Akhirnya Dievakuasi BKSDA Wilayah Cirebon
Berli mengatakan walau beredar kabar bahwa penemuan ular-ular tersebut disebabkan mereka memang berkembang biak pada akhir tahun, Berli belum bisa mengkategorikan kasus ini sebagai kejadian luar biasa. Terpenting, katanya, adalah antisipasi dan pencegahannya supaya hewan tidak menyakiti manusia.
Kasus di Ciamis
Sebelumnya diberitakan, telur dan ular kobra ditemukan di sejumlah daerah di Jabar, dari mulai Bogor, Bekasi, Purwakarta, Tasikmalaya, dan Ciamis.
Seminggu lalu, Udin (23) sempat memergoki ular cobra meringkuk di trotoar dekat halte IC Komplek Perkantoran Kertasari Ciamis.
“Saya lupa lagi harinya, seminggu lalu, waktu itu habis hujan setelah magrib. Lihat ular hitam meringkuk di trotoar dimainin kucing. Tidak tahu dari mana datangnya. Ularnya kobra hitam,” ujar Udin (23) pedagang minuman di lapak roda samping halte IC Komplek Perkantoran Kertasari Ciamis kepada Tribun Senin (16/12).
Mengetahui ada ular tak jauh dari lokasi ia berjualan minuman, Udin mencoba melempar ular tersebut dengan batu. “Yang kabur malah kucing, bukannya ular. Dicoba dilempar beberapa kali dengan batu, nggak ada yang kena,” katanya.