Breaking News:

Pihak Rumah Singgah Satwa Ungkap Penyebab Banyak Ular Muncul di Musim Hujan & Masuk Ke Pemukiman

Ketua Yayasan Rumah Singgah Satwa (RSS) Indonesia, Wawan Suhermawan mengungkap penyebab banyaknya ular muncul di musim penghujan.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Ketua Yayasan Rumah Singgah Satwa (RSS) Indonesia, Wawan Suhermawan saat memegang ular kobra 

Aceng mengaku awalnya tidak habis pikir bermimpi aneh seperti itu. Namun belakangan ia teringat, pernah menutup lubang sebuah tembok di dekat rumahnya. Dia menduga mimpi itu muncul karena soal lubang itu.

"Baru kali ini mimpi didatangi perempuan. Cantik lagi. Saya langsung terbangun dan berfikir kenapa sampai mimpi seperti itu. Tapi karena masih mengantuk, saya tidur lagi," ujar Aceng.

 Pasangan Polisi Ini Lagi Pacaran, Langsung Beraksi Begitu Melihat Pelaku Penembak Sopir Taksi

 Susi Pudjiastuti Bicara Lagi Soal Ekspor Lobster: Nikel Itu Bisa Habis, Lobster Itu Bisa Terus Ada

Keesokan harinya ia akhirnya ingat pernah menutup sebuah lubang tembok yang bolong. "Dengan dihinggapi rasa tidak menentu, lubang yang pernah ditutupi semen itu kemudian dibuka lagi. Setelah itu saya tidak tahu lagi, apakah ada ular atau binatang lain yang keluar," kata Aceng.

Beberapa hari kemudian muncul teror berkeliarannya anak kobra. "Saya tidak tahu apkah ada kaitannya teror kobra dengan mimpi saya. Yang jelas saat ini kami masih khawatir. Terutama soal keberadaan induk kobra ini," ujar Aceng.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Cokadongdong, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, bersama aparat Polsek Singaparna meninjau lokasi teror anak kobra di Perumahan Tata Lestari, Selasa (17/12).

Mereka sempat memasuki sebuan rumah kosong yang di halaman depan dan belakangnya dipenuhi semak belukar. Dengan hati-hati petugas menyingkap semak-semak di rumah yang sudah sekitar lima tahun itu kosong.

Seperti diketahui, teror anak kobra melanda Perumahan Tata Lestari. Hingga saat ini warga berhasil menemukan 15 anak kobra. Sebelas ekor dibunuh, satu ekor dilepas di sungai yang jauh dari permukiman dan tiga lagi masih diamankan di dalam botol air mineral.

Kepala Desa Cikadongdong, Syarif Hidayat, meminta warga tetap tenang namun waspada, karena bisa saja ular masih ada di tempat persembunyiannya.

"Sebelum ke sini sempat //googling// mencari tahu soal ular kobra. Dari situ saya dapat keterangan bahwa ular sekali menetas itu bisa 20 sampai 30 ekor jumlahnya. Jika ini benar berarti masih ada minimal 5 sampai 15 ekor lagi," kata Syarif. Dia meminta warga setempat terus waspada.

Niar (35), salah seorang ibu rumah tangga, mengatakan, warga terutama ibu-ibu masih khawatir. Di malam hari mereka tak bisa tidur nyenyak karena khawatir ada ular masuk rumah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved