Rasakan Perihnya Selang Menancap di Dada, Pria Ini Menyesal Sudah 13 Tahun Jadi Perokok Aktif

Tidak Hanya itu pria ini juga harus merasakan perihnya selang yang dimasukan ke dalam tubuhnya melalui dada sebelah kirinya.

Penulis: Mumu Mujahidin | Editor: Mumu Mujahidin
zoom-inlihat foto Rasakan Perihnya Selang Menancap di Dada, Pria Ini Menyesal Sudah 13 Tahun Jadi Perokok Aktif
Facebook/Ozil Seam Firdaus
Bahaya Merokok, Kondisi Ozil Seam Firdaus saat dirawat di rumah sakit akibat rokok

Akibatnya, dapat muncul gejala sesak napas, nyeri dada, keringat dingin, kulit menjadi biru atau sianosis, jantung berdebar, batuk, dan lemas.

Gejala ini umumnya timbul secara mendadak dan terjadi setelah mengalami cedera.

Penyebab dan Faktor Risiko Pneumothorax

Pneumothorax bisa dialami secara tiba-tiba oleh orang yang sehat, maupun sebagai bentuk komplikasi dari kondisi paru-paru tertentu.

Beberapa jenis penyebab serta faktor risiko di balik kondisi ini di antaranya, penyakit paru-paru yang menyebabkan kerusakan jaringan paru-paru, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), infeksi paru-paru, atau cystic fibrosis.

Cedera pada dada, misalnya luka tembak atau tulang rusuk yang patah.

Pecahnya kavitas pada paru-paru.

Kavitas merupakan kantung abnormal yang terbentuk di dalam paru-paru akibat infeksi (misalnya tuberkulosis) atau tumor, yang dapat pecah sehingga menimbulkan pneumothorax.

Dan menggunakan alat bantu pernapasan atau ventilator.

Penggunaan ventilator dapat menjadikan tekanan udara dalam paru-paru meningkat dan berisiko menyebabkan robeknya kantung udara di paru-paru (alveolus).

Selain itu, orang-orang dengan kondisi merokok (perokok aktif), berjenis kelamin pria, berusia 20 hingga 40 tahun dan pernah mengalami pneumothorax sebelumnya, juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami pneumothorax.

Hal inilah yang diduga terjadi pada Ozil Seam Firdaus. Ia mengaku sebagai perokok aktif selam 13 tahun.

Pencegahan Pneumothorax Berulang

Bagi yang memiliki riwayat pneumothorax, dianjurkan untuk mengikuti saran-saran berikut ini guna mencegah kekambuhan:

Menghentikan kebiasaan merokok.

Melakukan pengobatan penyakit paru-paru bilamana ada.

Berhenti melakukan kegiatan fisik yang berat untuk paru-paru, misalnya menyelam.

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved