Rasakan Perihnya Selang Menancap di Dada, Pria Ini Menyesal Sudah 13 Tahun Jadi Perokok Aktif
Tidak Hanya itu pria ini juga harus merasakan perihnya selang yang dimasukan ke dalam tubuhnya melalui dada sebelah kirinya.
Penulis: Mumu Mujahidin | Editor: Mumu Mujahidin

TRIBUNCIREBON.COM - Menjadi perokok aktif selama 13 tahun, seorang pria kini terbaring kesakitan di sebuah rumah sakit.
Tidak Hanya itu pria ini juga harus merasakan perihnya selang yang dimasukan ke dalam tubuhnya melalui dada sebelah kirinya.
Pengalaman itu diungkapkan pemilik akun facebook bernama Ozil Seam Firdaus.
Dalam postingan yang ditulisnya pada Kamis (5/12/2019), Ozil menceritakan kisah singkatnya sebagai perokok aktif hingga harus terbaring lemah di sebuah ranjang rumah sakit.
Ozil Seam Firdaus mengungkapkan penyesalannya, karena telah menjadi prokok aktif selama 13 tahun.
"Percaya dah, merokok tidak akan membuat lu jadi lebih keren, merokok ga akan membuat lu jadi tambah ganteng dan ga akan bikin hidup lu bahagia," tulis Ozil Seam Firdaus dalam statusnya tersebut.
Postingan tersebut dilengkapi dengan foto-foto dirinya selama dirawat di sebuah rumah sakit.
Dari mulai foto dirinya yang terbaring lemah dengan terpasang selang infus di hidung dan tangannya.
Hingga selang yang menancap di dada sebelah kirinya.
"Ini salah satu contoh akibat keganasan sebuah rokok, 2006 w mulai jadi perokok aktif dan di tahun 2019 ini w baru kena parahnya efek rokok," katanya.
• BREAKING NEWS: Gara-Gara Ingin Merokok, Penumpang KA Argo Jati Ini Malah Terjatuh & Luka Parah
• Gara-Gara Tak Kuat Ingin Merokok, Penumpang KA Argo Jati Ini Malah Terjatuh, Luka Parah, Kaki Patah
Dengan sakitnya itu, Ozil Seam Firdaus mengatakan segala aktivitasnya menjadi terbatas, dan membutuhkan waktu cukup lama untuk kembali normal seperti semula.
"Kalapun sembuh nantinya aktivitas u akan terbatas, butuh waktu lama buat bisa aktivitas normal kembali nantinya," ungkapnya.
Bahkan Ozil Seam Firdaus mengaku dulu dirinya selalui mengelak saat orang-orang terdekatnya memportes atau melarang dirinya merokok.
"Dulu w selalu bilang 'ngerokok mati, ga ngerokok juga mati, mendingan ngerokok dah," katanya.
"Dan sekarang di saat w ngerasaiin sendiri betapa sakitnya penyakit efek dari merokok baru amat sangat menyesal w pernah berkata seperti itu," tuturnya.

Oleh karena itu Ozil Seam Firdaus menghimbau kepada oarang-oarang yang mungkin membaca postingannya tersebut untuk mulai berhenti merokok.
Karena menurutnya rokok itu membahayakan, dan jangan sampai apa yang dialaminya itu dapat diraskan juga oleh orang lain.
"Jadi lebih baik berhenti merokok dari saat ini juga daripada harus mengalami hal seperti ini baru berhenti merokok, sakit begini tu ga enak, kalian akan rugi wktu, rugi biay," katanya.
"Badan sakit di tusuk selang begini, proses penyembuhannya pun akan lama dan tentunya akan bikin orang2 terdekat kalian menjadi repot dan kepikiran tentuny," tambahnya.
Postingan tersebut diakhiri dengan beberapa emotikon sedih dan sakit.
Bahkan diakhir postingan tersebut Ozil Seam Firdaus juga menulis tagar #stoprokok dan #pneumothorax, yang diduga kuat merupakan nama penyakit yang dideritanya.
Apa itu pneumothorax?
Mengutip dari Alodokter.com Pneumothorax adalah istilah medis untuk terkumpulnya udara pada rongga pleura, yaitu rongga tipis yang dibatasi dua selaput pleura di antara paru-paru dan dinding dada.
Udara yang terkumpul pada rongga pleura dapat terjadi akibat adanya celah yang terbentuk akibat cedera pada dinding dada atau robekan pada jaringan paru-paru.
Akibatnya, udara tersebut dapat menekan paru-paru dan membuat paru-paru menjadi mengempis (kolaps).
Seluruh jenis pneumothorax ini merupakan kondisi gawat darurat yang dapat mengancam nyawa bila tidak ditangani secara cepat, terutama bila terjadi tension pneumothorax.
Tension pneumothorax merupakan kondisi di mana udara yang terkumpul pada rongga pleura tidak dapat keluar, tetapi udara dari dinding dada dan paru-paru terus masuk ke rongga tersebut, sehingga akan menekan bukan hanya paru-paru, melainkan juga jantung.
Gejala Pneumothorax
Peningkatan tekanan dalam pleura akan menghalangi paru-paru untuk mengembang saat kita menarik napas.
Akibatnya, dapat muncul gejala sesak napas, nyeri dada, keringat dingin, kulit menjadi biru atau sianosis, jantung berdebar, batuk, dan lemas.
Gejala ini umumnya timbul secara mendadak dan terjadi setelah mengalami cedera.
Penyebab dan Faktor Risiko Pneumothorax
Pneumothorax bisa dialami secara tiba-tiba oleh orang yang sehat, maupun sebagai bentuk komplikasi dari kondisi paru-paru tertentu.
Beberapa jenis penyebab serta faktor risiko di balik kondisi ini di antaranya, penyakit paru-paru yang menyebabkan kerusakan jaringan paru-paru, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), infeksi paru-paru, atau cystic fibrosis.
Cedera pada dada, misalnya luka tembak atau tulang rusuk yang patah.
Pecahnya kavitas pada paru-paru.
Kavitas merupakan kantung abnormal yang terbentuk di dalam paru-paru akibat infeksi (misalnya tuberkulosis) atau tumor, yang dapat pecah sehingga menimbulkan pneumothorax.
Dan menggunakan alat bantu pernapasan atau ventilator.
Penggunaan ventilator dapat menjadikan tekanan udara dalam paru-paru meningkat dan berisiko menyebabkan robeknya kantung udara di paru-paru (alveolus).
Selain itu, orang-orang dengan kondisi merokok (perokok aktif), berjenis kelamin pria, berusia 20 hingga 40 tahun dan pernah mengalami pneumothorax sebelumnya, juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami pneumothorax.
Hal inilah yang diduga terjadi pada Ozil Seam Firdaus. Ia mengaku sebagai perokok aktif selam 13 tahun.
Pencegahan Pneumothorax Berulang
Bagi yang memiliki riwayat pneumothorax, dianjurkan untuk mengikuti saran-saran berikut ini guna mencegah kekambuhan:
Menghentikan kebiasaan merokok.
Melakukan pengobatan penyakit paru-paru bilamana ada.
Berhenti melakukan kegiatan fisik yang berat untuk paru-paru, misalnya menyelam.