Breaking News:

Kombinasi Menteri Pertahanan dan Wakilnya Prabowo Subianto-Sakti Sebulan Bekerja Tunjukan Ideal

menteri pilihan Presiden Joko Widodo yang mengejutkan publik adalah eks pesaing saat Pemilihan Presiden (Pilpres) April lalu

ISTIMEWA/Tangkap layar TV Parlemen
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan wakil menteri Pertahanan 

TRIBUNCIREBON.COM - Menteri Kabinet Indonesia Maju resmi dilantik pada Rabu (23/10/2019), di Istana Merdeka Jakarta.

Salah satu menteri pilihan Presiden Joko Widodo yang mengejutkan publik adalah eks pesaing saat Pemilihan Presiden (Pilpres) April lalu Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto dengan didampingi seorang wakil menteri Pertahanan (Wamenhan) yang juga orang kepercayaan Jokowi yakni Sakti Wahyu Trenggono.

Publik merespons beragam ada yang pro dan juga kontra terkait dipilihnya duet Prabowo-Trenggono untuk mengawal pertahanan negara.

Kedua pasangan ini pun terlihat bekerja keras sebulan terakhir untuk menunjukkan kapasitasnya menjaga dan mengelola pertahanan negara.

Direktur Eksekutif Periskop Data, Muhamad Yusuf Kosim menyatakan, dalam sebulan terakhir Prabowo Subianto menjawab segala keraguan publik.

Dia terlihat fokus membenahi internalnya, mulai birokrasi, daya serap anggaran dan proses pengadaan alutsista strategis.

"Kalau kita lihat kerja duet Menhan Prabowo dan Trenggono, nampak sedang fokus membenahi internal Kemhan dengan segala tugas dan fungsinya. Mereka berdua memahami betul visi Presiden Joko Widodo yang ingin memajukan industri pertahanan," kata Yuko dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/12/2019).

Dalam beberapa kesempatan Presiden Jokowi menyampaikan, Menhan harus dapat memanfaatkan anggaran belanja di bidang pertahanan.

Secara khusus Jokowi menekankan tentang pentingnya membangun industri alutsista dalam negeri yang memenuhi essential force yang ditargetkan pemerintah.

Jokowi juga meminta Prabowo yang didampingi soerang profesional di bidang bisnis dapat mengembangkan industri pertahanan dari hulu ke hilir.

Instruksi Jokowi dijalankan, Prabowo-Trenggono dengan berkunjung ke PT Pindad, PT PAL Indonesia dan juga PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Kunjungan keduanya untuk memenuhi target kebutuhan Kapal Selam, jet dan juga persenjataan.

"Prabowo dalam kesempatan kunjungan kerjanya fokus mendengar karena ingin belajar dan mengetahui kondisi pertahanan secara detail," tuturnya.

Yuko, sapaan akrabnya menilai, walau secara eksplisit keduanya tak mengumumkan pembagian tugas tetapi melihat pergerakan pasangan tersebut terlihat saling mengisi sebagai kesatuan dwitunggal di Kemhan.

"Prabowo terlihat piawai soal alutsista, isu politik internasional, geopolitik, serta physical weapons. Sementara Trenggono fokus memajukan industri pertahanan, membangun kedaulatan siber, ketahanan pangan, energi, kesehatan, dan sistem teknologi informasi. Keduanya benar-benar kombinasi yang ideal untuk menjaga pertahanan nasional," ucapnya.

Pengepul dan Petani Garam di Indramayu Minta Menteri Edhy Prabowo Tetapkan Harga Pokok Garam

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Tak Diundang ke Reuni Akbar 212, Ketua Panitia Ungkap Alasannya

Fadli Zon Koar-koar Soal Stafsus Presiden Pemborosan,Ternyata Bosnya Prabowo Punya 33 Ajudan Pribadi

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved