Ini Dia Solusi Kemenaker Agar Para Purna Pekerja Migran Urungkan Niat Berangkat Lagi ke Luar Negeri
Mereka akan didampingi dan dilatih langsung oleh pelatih yang ahli dibidangnya termasuk cara memulai usaha, dan menjalankan usaha.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sebanyak 40 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan purna PMI di Desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu mengikuti program Desa Migran Produktif (Desmigratif), Jumat (29/11/2019).
Tenaga Kerja Sukarela (TKS) Kemenaker, Anwarudin mengatakan, melalui program Desmigratif, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) berupaya mengedukasi, memberdayakan dan meningkatkan perlindungan kepada para calon PMI, purna PMI serta anggota keluarganya.
"Kami di sini melalui Desmigratif melakukan pendampingan kepada para purna-purna PMI dalam edukasi, dan pemberdayaan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.
Anwarudin menjelaskan, untuk menciptakankan sebuah desa menjadi Desmigratif, ada 4 buah pilar yang mesti dibangun.
Pertama, edukasi imigrasi kepada para calon PMI. Edukasi ini berupa informasi mengenai bagaimana bekerja ke luar negeri secara legal, termasuk pengurusan dokumen, dan lain sebagainya.
Kedua, usaha produktif. Melalui kegiatan ini para purna PMI difokuskan untuk meningkatkan keahliannya dalam berwirausaha.
Mereka akan didampingi dan dilatih langsung oleh pelatih yang ahli dibidangnya termasuk cara memulai usaha, dan menjalankan usaha.
Adapun keterampilan yang diberikan dalam program tersebut akan disesuaikan dengan potensi yang ada di desa setempat serta keinginan dari masing-masing purna PMI.
"Sekarang di Desa Singakerta kita ada usaha kreatif tata rias dan membuat kue kering. Ini atas kemauan mereka jadi mereka yang memilih," ucapnya.
• CATAT Live SCTV, Jadwal Timnas U20 Melawan Arsenal, Real Madrid dan Inter Milan di International Cup
• Mantan Menteri Jokowi, Susi Pudjiastuti, Bakal Bagi-bagi Kapal untuk Nelayan di Lampung
Ketiga, yaitu community parenting atau pembinaan kepada anak-anak dari para PMI. Dijelaskan Anwarudin, anak-anak itu akan dibina melalui beragam kegiatan, seperti mengaji, les privat, dan lain sebagainya.
Keempat, yakni koperasi. Di dalam koperasi ini nantinya produk-produk kreatif hasil usaha para purna PMI akan dibantu penjualannya.
"Pesertanya umum, semua bisa ikut. Tapi kita fokuskan untuk para purna PMI," ujar Anwarudin.
Anwarudin menyampaikan, dengan diciptakannya Desmigratif di Desa Singakerta ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam menekan tingginya angka PMI di Kabupaten Indramayu.
Berdasarkan data yang tercatat di Kemenaker, disebutkan Anwarudin, Kabupaten Indramayu menempati urutan kedua dengan tingkat PMI terbanyak di Jawa Barat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/pelatihan-tata-rias.jpg)