UPDATE Kasus OTT Bupati Non Aktif Indramayu Supendi, KPK Periksa 2 Orang Termasuk Anggota DPRD Jabar

Penyidik memeriksa Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Rozak Muslim, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang SMP Dinas Pendidikan

UPDATE Kasus OTT Bupati Non Aktif Indramayu Supendi, KPK Periksa 2 Orang Termasuk Anggota DPRD Jabar
KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMAN
Bupati Indramayu Supendi meminta maaf ke masyarakat Indramayu karena dirinya sudah terjerat dalam kasus dugaan suap terkait 7 proyek jalan di Dinas PUPR Indramayu. Hal itu ia ungkapkan setelah ia diperiksa dan kemudian ditahan oleh penyidik KPK, Rabu (16/10/2019) dini hari. Supendi ditahan di Rutan Cabang KPK yang terletak di kawasan Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK. 

TRIBUNCIREBON.COM - Kisruh Bupati Indramayu, Supendi yang pemeriksaan KPK menyeret beberapa nama. Sebelumnya KPK resmi menahan empat orang tersangka yakni Bupati Indramayu Supendi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah, Kepala Bdang Jalan Dinas PUPR Wempy Triyono, dan pihak swasta Carsa AS sebagai penyuap dengan barang bukti sebesar Rp 685 juta, perhiasan, serta sepeda terkait transaksi proyek di Dinas Pekerjaan Umum. 

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua saksi terkait kasus dugaan suap pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019 pada hari ini, Kamis (28/11/2019).

Penyidik memeriksa Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Rozak Muslim, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Supardo.

Dua saksi tersebut untuk melengkapi berkas penyidikan terhadap tersangka Supendi, bupati Indramayu nonaktif.

"Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka SP (Supendi)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (28/11/2019).

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan Bupati Indramayu, Jawa Barat Supendi sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengaturan proyek di lingkungan kekuasaannya.

Selain Supendi, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya, yakni Kadis PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah, Kabid Jalan di Dinas PUPR Indramayu Wempy Triyono, serta satu pihak swasta Carsa AS.

Supendi diduga sering meminta sejumlah uang kepada Carsa selaku rekanan penggarap proyek.

Tak Ingin Terulang Kembali, Bawaslu Jabar Peringatkan Kasus Bupati Indramayu Supendi Jadi Pelajaran

Tersandung Kasus Suap, Bupati Supendi Dipecat Golkar: Beliau Dicopot, Sudah Ketentuan Partai

OTT KPK Soal Suap Proyek Jalan, Bupati Indramayu Supendi: Saya Mohon Maaf Belum Bisa Bawa Perubahan

Supendi ‎diduga sudah mulai meminta uang kepada Carsa sejak Mei 2019 sejumlah Rp100 juta.

Tak hanya Supendi, Omarsyah dan Wempy Triyono juga beberapa kali menerima uang dari Carsa.

Pemberian uang ke Bupati Supendi serta dua pejabatnya disinyalir terkait dengan pemberian proyek-proyek dinas PUPR Kabupaten Indramayu. (*)

Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved