Tolak Edaran Gubernur Soal UMK di Jabar, FSPMI Cirebon Raya Ancam Mogok Massal

Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Cirebon Raya, mengancam akan melakukan mogok massal, terkait penolakan surat edaran

Tolak Edaran Gubernur Soal UMK di Jabar, FSPMI Cirebon Raya Ancam Mogok Massal
tribun cirebon/Hakim Baihaqi
Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Cirebon Raya, mengancam akan melakukan mogok massal, terkait penolakan surat edaran gubernur soal upah minimum kota/kabupaten di Jawa Barat. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Cirebon Raya, mengancam akan melakukan mogok massal, terkait penolakan surat edaran gubernur soal upah minimum kota/kabupaten di Jawa Barat.

Sekjen FSPMI Cirebon Raya, Mohamad Machbub, mengatakan, mogok massal tersebut akan dilakukan pada tanggal 2 sampai 4 Desember 2019, serentak dilakukan se-Jawa Barat.

"Surat edaran tersebut tidak memiliki kekuatan hukum," kata Machbub di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (28/11/2019).

Pantauan Tribun Jabar, Kamis (28/11/2019), puluhan buruh tersebut melakukan aksi tepat di depan pintu masuk gedung DPRD Kabupaten Cirebon, lengkap dengan pengeras suara yang disimpan di bak mobil terbuka.

Surat edaran Gubernur Jawa Barat nomor 561/175/Yangbangsos tentang pelaksanaan upah minimum kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat tahun 2020, mendapat kecaman dan penolakan dari buruh di Cirebon.

Dikatakan Machbub, surat edaran yang dikeluarkan oleh gubernur dianggap tidak memiliki kekuatan hukum dan perusahaan tidak akan dikenakan sanksi bila mengabaikan imbauan tersebut.

Machbub menuturkan, FSPMI Cirebon Raya menolak adanya surat tersebut dan meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membuat surat keputusan menjadi acuan, bukan surat edaran.

Selain itu, mendesak bupati, walikota, dan DPRD untuk melayangkan surat ke Gubernur Jawa Barat agar membuat surat keputusan.

"Hal ini akan membuat kondisi kesejahteraan buruh Jawa Barat semakin sulit dan daya beli masyarakat menurun, karena upah yang tidak sebanding," katanya.

Halaman
12
Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved