Miris, Harga Garam Semakin Anjlok dari Rp 2500 di 2017, Kini Rp 150 di 2019 per Kilogramnya

Dipenghujung musim kemarau 2019 harga garam di Kabupaten Indramayu justru semakin anjlok.

Miris, Harga Garam Semakin Anjlok dari Rp 2500 di 2017, Kini Rp 150 di 2019 per Kilogramnya
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Petani garam saat mengolah garam di Desa/Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Selasa (17/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Dipenghujung musim kemarau 2019 harga garam di Kabupaten Indramayu justru semakin anjlok.

Harga garam saat ini bahkan sudah terjun hingga menyentuh harga Rp 150 per kilogramnya.

Seorang petani garam, Prima (29) mengatakan, sudah dua tahun terakhir harga garam terus merosot dan tidak pernah meningkat.

"Tahun 2019 itu bisa dibilang paling parah, sebelumnya tidak pernah sampai anjlok diharga Rp 150," ujar dia saat ditemui Tribuncirebon.com di lahan pertanian garam di Desa/Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Minggu (24/11/2019).

Diceritakan Prima, pada awal musim kemarau tahun 2017 lalu harga garam melambung tinggi, yakni mencapai harga Rp 2.500 per kilogram.

Namun, sejak saat itu harga garam terus turun. Pada akhir musim kemarau 2017 harga garam turun menjadi Rp 1.000 per kilogram.

Turunnya harga garam berlanjut di tahun 2018, pada awal musim kemarau harga garam berada di angka Rp. 1.000 per kilogram. Namun, harga itu terus turun hingga menyentuh harga Rp 500 per kilogram.

Di tahun 2019, penurunan harga kembali terjadi. Pada awal musim harga garam para petani bahkan hanya dihargai Rp 350 per kilogram saja.

Kholid petani garam Indramayu
Kholid petani garam Indramayu (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Tidak hanya itu, sekarang ini harga terus anjlok hingga menyentuh harga Rp 150 per kilogram.

Halaman
12
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved