Breaking News:

Mengaku Pria 21 Tahun Itu Anaknya, Nenek 60 Tahun Terciduk Lagi Bercumbu di Hotel Melati

Maria yang berumur 60 tahun ini tidak mengakui Fernando adalah pasangannya. Dirinya berkilah, pemuda berusia 21 tahun tersebut adalah

WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Satpol PP Kota Tangerang merazia pekerja seks komersial di hotel melati, Rabu (20/11/2019). 

Ketegangan sempat terjadi saat keduanya dipertemukan di Kantor Satpol PP Kota Tangerang.

Bahkan, sesekali suami sah UP mencoba menghadiahkan bogem mentah ke NV.

NV sehari-hari bekerja sebagai penjual buah di bilangan Pasar Kemis, Tangerang.

Namun, aksinya tersebut dapat digagalkan anggota Satpol PP.

Aparat terus menenangkan BJ.

“Kalau enggak lihat bapak petugas sudah saya bunuh kamu,” ucap BJ sambil sesekali menghela nafas panjang.

Sementara, Kepala Bidang Trantib Satpol PP Kota Tangerang Ghufron Falfeli menjelaskan, pihaknya menggelar operasi prostitusi ini dibantu oleh unsur TNI dan Polri.

UP terpaksa diamankan lantaran telah berbuat mesum dan melanggar Peraturan Daerah Kota Tangerang.

“Yang bersangkutan kami amankan dari salah satu hotel di Kecamatan Karawaci,” ungkap Ghufron kepada Wartakotalive, Kamis (25/7/2019).

ilustrasi
ilustrasi (tribun bali)

Ghufron menerangkan, dalam operasi tersebut jajarannya mengamankan UP dan sembilan pasangan mesum lainnya.

“Kebetulan untuk kasus UP ini dipergoki oleh teman-teman dari jajaran TNI yang kenal dekat dengan suaminya,” tuturnya.

Dirinya menegaskan, kesembilan pasangan yang diamankan tersebut untuk selanjutnya diberikan pembinaan setelah dilakukan pendataan.

“Kami memberikan peringatan keras akan Peraturan Daerah tentang larangan prostitusi kepada seluruh pasangan yang kami amankan pada dini hari tadi," ujar Ghufron.

Menurutnya, jajarannya akan terus melakukan penyisiran ke sejumlah hotel yang disinyalir menjadi tempat mesum.

Sehingga, dapat mempersempit ruang gerak dari praktik prostitusi.

“Kami tidak akan lelah menyusuri ke setiap hotel, penginapan, dan tempat kos yang disinyalir menjadi tempat mesum,” imbuhnya.

Meski demikian, ia mengaku serangkaian operasi penyisiran yang dilakukan tidak akan optimal, tanpa ada peran serta dari masyarakat.

Masyarakat diminta turut melaporkan segala bentuk kegiatan yang berpotensi melanggar Perda.

“Laporkan kepada kami, Insyaallah secepatnya kami tindak lanjuti,” cetus Ghufron.

Pasangan Selingkuh

Sebelumnya, perempuan berinisial BN (28) kaget bukan kepalang saat digerebek oleh petugas Satpol PP Kota Tangerang, Minggu (21/7/2019) dini hari.

Wanita yang mengaku sebagai ahli pengobatan tradisional ini tertangkap basah berbuat mesum dengan pelanggannya di hotel bilangan Neglasari, Kota Tangerang.

Ilustrasi - Penggerebekan
Ilustrasi - Penggerebekan (Dok. Surya.id)

Warga asal Cengkareng, Jakarta Barat ini tak bisa mengelak ketika disergap aparat.

Ia melakukan tindakan asusila dengan MR (30) yang bukan suami sahnya.

Dirinya pun kerap mengaku bertemu dengan pelanggannya itu. Tiap kali kencan dibayar Rp 300.000.

"Saya mah enggak ngapa-ngapain. Saya cuma ahli saraf panggilan," kata BN seraya menunjukan dua buah magnet kecil sebagai alat terapi, kepada petugas.

Kendati demikian, perempuan berusia 28 tahun ini tidak lagi dapat mengelak.

Petugas menemukan satu buah bekas kondom dan riwayat percakapan yang masih tersimpan di aplikasi pesan singkat di telepon seluler miliknya.

"Biasanya saya sama masnya di Cengkareng ketemunya," aku BN.

Ia mengaku kendati keduanya telah memiliki pasangan yang sah, mereka telah berulang kali melakukan hubungan layaknya suami-istri.

Pasangan selingkuhan ini sudah menjalin hubungan gelap selama enam bulan terakhir.

"Dulunya masnya mantan saya sewaktu sekolah. Ketemu di Facebook enam bulan lalu, kami sering ketemuan di hotel seminggu bisa dua sampai tiga kali," beber BN.

Mau Dinikahkan

Berbeda dengan BN, SS (20) salah seorang wanita asal Teluk Naga, Kabupaten Tangerang yang juga terjaring razia, justru minta dinikahkan oleh petugas dengan pasangan yang lolos dari kejaran aparat.

"Saya tahu pak rumahnya, paling juga dia di rumah istrinya. Hayuk kita jemput aja ke rumahnya, tapi bapak nanti nikahkan kami ya," ungkap SS.

Menurut SS, dirinya dan pasangannya yang berhasil kabur dari sergapan petugas tersebut telah tiga tahun menjalin hubungan.

Namun, pasangannya itu selalu menolak saat minta dinikahi dengan alasan tidak tega menceraikan istrinya

"Saya sebenarnya sudah kesal pak diajak ke hotel mulu, karena dia enggak mau nikahin saya," bebernya.

Dirinya mengaku terpaksa mau diajak ke hotel oleh pasangannya, lantaran sang lelakinya ini seringkali mengancam akan meninggalkannya jika SS menolak.

"Kalau menolak dia ngancemnya saya mau diputusin. Kalau diputusin saya yang rugi dong pak," imbuh SS. (*)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved