Kecelakaan di KM 117 Tol Cipali

Walau Selamat dari Kecelakaan Bus Sinar Jaya vs Bus Arimbi, Awaludin Alami Gegar Otak, Mulut Bengkak

Di RSUD Subang, ia terlihat tak berdaya hanya bisa duduk di kursi roda dengan balutan perban di kepalanya.

Editor: Machmud Mubarok
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Awaludin, seorang penumpang Bus Arimbi yang selamat dalam kecelakan Bus Sinar Jaya vs Arimbi di KM 117 Tol Cipali, meninggalkan RSUD Ciereng Subang, Kamis (14/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribun, Lutfi Ahmad Mauludin 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Awaludin, seorang korban selamat kecelakaan lalulintas di Jalan Tol Cipali KM 117.800  jalur B Kampung Sumberjaya, Desa Wanasari, Kecamatan, Cipunagara, Kabupaten Subang, dibawa ke RSUD Subang, Kamis (14/9/2019).

Di RSUD Subang, ia terlihat tak berdaya hanya bisa duduk di kursi roda dengan balutan perban di kepalanya.

Awaludin merupakan salah satu penumpang Bus Arimbi yang dihantam bus Sinar Jaya. Ia mengalami luka yang cukup serius di bagian kepalanya.

Awaludin pun terlihat sulit untuk berbicara. Selain luka di kepala yang dibalut perban, di area mulutnya pun terlihat ada pembengkakan.

Sekitar pukul 12. 40, Awaludin dibawa pulang oleh keluarganya, dengan menggunakan ambulans. Saat menuju ambulans, Awaludin terlihat lemas hanya duduk di kursi roda yang didorong oleh keluarganya. Bahkan saat beranjak dari kursi roda menuju ambulans ia pun harus dibantu.

Salah seorang keluarga Awaludin, Wisnu, mengaku Awaludin akan dibawa pulang ke Pekalongan.

"Lukanya di kepala ada 25 jahitan, dan katanya gegar otak ringan, saya kurang tahu apa bahasa medisnya," ujar Wisnu, saat menjemput Awaludin.

Densus 88 Amankan Wanita Bercadar, Pemilik Kos Dipeluk: Doakan Saya ya Bu, Saya Dibilang Teroris

Terduga Teroris di Siak Melawan Petugas Densus 88 Antiteror Pakai Ketapel, Akhirnya Ditembak Petugas

 Wisnu mengaku, keluarga tahu Awaludin menjadi korban kecelakaan lalulintas, mungkin sekitar pukul 01.30, melalui sambungan telepon.

"Tahu itu, kali langsung meluncur ke sini (RSUD Subang," kata dia.

Sekarang, kata Wisnu, ia dan keluarga lainnya akan membawa pulang Awaludin ke Pekalongan.

"Rencananya pulang, langsung masuk ke rumah sakit lagi, supaya dekat dengan rumah," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut kembali terjadi di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Kamis (14/11/2019) sekitar pukul 00.00 WIB.

Saat dikonfirmasi Tribuncirebon.com, General Manager Operational PT LMS, Suyitno membenarkan adanya kecelakaan maut tersebut.

Suyitno mengatakan, kecelakaan itu terjadi di KM 117 yang melibatkan dua unit bus, yakni Bus Sinar Jaya dan Bus Arimbi.

Diperkirakan akibat kecelakaan itu, menyebabkan sebanyak 7 orang meninggal dunia, 6 orang luka berat, dan 12-13 orang luka ringan.

Semua korban langsung di larikan ke RSUD Ciereng Kabupaten Subang.

"Nanti coba dikonfirmasi saja ke kepolisian untuk jumlah korban lebih detailnya," ucap dia kepada Tribuncirebon.com melalui sambungan seluler, Kamis (14/11/2019).

Suyitno menceritakan, Bus Sinar Jaya melaju kencang dari arah Jakarta menuju Palimanan.

Saat tiba di tempat kejadian perkara, Bus Sinar Jaya tiba-tiba menyebrang melewati median jalan ke jalur berlawanan arah.

"Mungkin mengantuk pengemudinya (Bus Sinar Jaya)," ujar dia kepada Tribuncirebon.com melalui sambungan seluler, Kamis (14/11/2019).

Kecelakaan maut pun tak terelakan. Bus Sinar Jaya disebutkan Suyitno langsung menabrak sisi kanan Bus Arimbi yang tengah melaju di jalur berlawanan.

Adapun saat kejadian, disebutkan dia bangkai kedua bus tidak sampai terbalik namun mengalami rusak berat.

Bus Sinar Jaya berada di median jalan tol sedangkan Bus Arimbi berada di Jalur Palimanan menuju Jakarta.

"Bangkai mobil sudah dibawa kepolisian Subang," ujar dia. 

Diduga Mengantuk

General Manager Operational PT LMS, Suyitno mengatakan, saat kejadian Bus Sinar Jaya melaju cepat dari arah Jakarta menuju Palimanan.

Saat tiba di tempat kejadian perkara, Bus Sinar Jaya tiba-tiba menyebrang melewati median jalan dan menabrak sisi kanan bus Arimbi yang tengah melaju di arah sebaliknya.

"Mungkin mengantuk pengemudinya (Bus Sinar Jaya)," ujar dia kepada Tribuncirebon.com melalui sambungan seluler, Kamis (14/11/2019).

Disebutkan Suyitno, alasan Bus Sinar Jaya bisa menyebrang melewati median karena di KM 117 belum dilakukan pendalaman median.

"Kita belum proses ke situ. Jalan kita panjang mas jadi masih proses belum keseluruhan," ujar dia.

Dalam hal ini, selain pendalaman median, PT LMS juga akan melakukan pemasangan wire ropes.

Pendalaman median dan pemasangan wire ropes, disampaikan Suyotno sebagai upaya PT LMS dalam rangka mencegah fatalitas bilamana terjadinya kecelakaan.

"Ada beberapa lokasi yang sudah, kita dahulukan wilayah yang blank spot terlebih dahulu," ucap dia. (*)

FOLLOW INSTAGRAM TRIBUNCIREBON.COM:

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved