Selasa, 21 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Terduga Teroris di Siak Melawan Petugas Densus 88 Antiteror Pakai Ketapel, Akhirnya Ditembak Petugas

Saat hendak ditangkap, seorang terduga teroris di Kabupaten Siak, Riau, sempat melawan. . .

Editor: Fauzie Pradita Abbas
KOMPAS.COM/IDON
Tempat persembunyian dan latihan para terduga teroris disebuah kebun karet yang ditemukan Densus 88 Mabes Polri di Desa Kuapan, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (12/11/2019). 

TRIBUNCIREBON.COM, PEKANBARU - Saat hendak ditangkap, seorang terduga teroris di Kabupaten Siak, Riau, sempat melawan anggota Densus 88 Antiteror dengan menggunakan sebuah ketapel.

Melihat terduga teroris itu mencoba melawan, anggota Densus 88 Antiteror pun akhirnya terpaksa menembaknya.

"Satu orang pelaku yang menyerang anggota dengan ketapel panah saat penangkapan dan ditembak," ujar Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, dilansir dari Kompas.com, Rabu (13/11/2019).

Terduga pelaku saat ini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau di Pekanbaru.

Agung tidak menyebutkan identitas terduga teroris yang ditangkap di Siak itu.

Namun, terduga teroris yang ditembak ini masih satu jaringan dengan terduga teroris yang ditangkap di Desa Kuapan, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru, Riau.

"Operasi Densus 88 Antiteror dan Polda Riau mengamankan lima orang diduga teroris di Kampar, Pekanbaru dan Siak sejak, Sabtu 9 November 2019," ungkap Agung.

Sebagaimana diberitakan, Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap enam terduga teroris di wilayah Desa Kuapan, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau.

Dikutip dari Kompas.com, penangkapan terduga teroris dilakukan sejak Sabtu lalu. Enam terduga teroris itu ditangkap dari berbagai lokasi.

Seorang saksi, Kadindin (50), melihat sendiri petugas menangkap terduga teroris yang diketahui berinisial ED.

 Teror Bom Bunuh Diri di Medan, Polisi Bersenjata Periksa Setiap Pengunjung Polres Purwakarta

"Saya lihat langsung penangkapannya di warung. Saya kenal sama yang ditangkap itu," kata Kadindin saat ditemui Kompas.com, Selasa (12/11/2019).

Pria yang tinggal di bantaran Sungai Kampar ini mengaku merinding saat melihat petugas bersenjata lengkap menangkap terduga pelaku.

Pada saat penangkapan, semua warga yang ada di lokasi diminta menjauh. Selang 15 menit kemudian, petugas mengamankan terduga pelaku.

Dia menuturkan, untuk terduga pelaku ED sudah cukup lama tinggal di Desa Kuapan. Namun, kesehariannya terkenal tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga sekitar.

"Yang dua itu dulu dibawa sama ED ke kampung ini. Udah lama juga di sini, tapi enggak mau bergaul sama kita," kata Kadindin.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved