Kecelakaan di Km 117 Tol Cipali
Keluarga Korban Kecelakaan Maut Sudah Berdatangan Hingga Isak Tangis Pecah: Adik Saya Meninggal
Isak tangis keluarga korban kecelakaan di Tol Cipali KM 117 Kabupaten Subang, Kamis (14/11) terlihat di ruang jenazah
Saat bus yang ia bawa tiba-tiba melaju ke tengah jalan, ia disadarkan teriakan penumpang. Sanudin mengaku sudah jadi sopir bus sejak 2015. Sebelum jadi sopir bus, ia sempat jadi sopir taksi dan truk.
"Penumpang di belakang teriak, pak awas nabrak sambil teriak. Dari situ saya sadar, saya banting ke kiri lalu pojokan bus nabrak bus Arimbi. Dari situ saya sempat tidak sadar," ujar Sanudin.
Ia kembali sadar setelah tabrakan tersebut. Ia mengaku kaca depan busnya pecah.
"Dari situ saya sadar, kepala saya berdarah. Saya berdiri dan ngecek penumpang, saya tanya ada korban gak, mereka jawab enggak ada korban. Saya lalu nunggu ambulans," ujarnya.
• KESAKSIAN Sopir Bus Sinar Jaya Selamat dari Kecelakaan Maut: Saya Gak Ngantuk Hanya Seliwir ke Mata
• VIDEO - Polisi Olah TKP di Lokasi Kecelakaan Bus Sinar Jaya vs Bus Arimbi di Tol Cipali KM 117.800
• BREAKING NEWS: Seberang Jalur, Bus Sinar Jaya Tabrak Arimbi, 7 Orang MD, Belasan Luka-luka
Ayah dengan satu anak ini mengaku sedih saat belakangan tahu ada korban meninggal dalam peristiwa itu.
"Awalnya saya enggak tahu pak. Tapi katanya ada yang meninggal, sedih saya pak. Mau gimana, saya juga enggak mau begini," ujarnya.
Ia berulang kali membantah mengalami kantuk. Saat menyopiri bus tersebut.
"Enggak ngantuk pak, cuma memang kaya seliwir-seliwir ke mata karena tiba-tiba saja saya masuk ke tengah dan menabrak," ujar Sanudin. (*)