Kecelakaan di Km 117 Tol Cipali
Keluarga Korban Kecelakaan Maut Sudah Berdatangan Hingga Isak Tangis Pecah: Adik Saya Meninggal
Isak tangis keluarga korban kecelakaan di Tol Cipali KM 117 Kabupaten Subang, Kamis (14/11) terlihat di ruang jenazah
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Isak tangis keluarga korban kecelakaan di Tol Cipali KM 117 Kabupaten Subang, Kamis (14/11) terlihat di ruang jenazah RSUD Ciereng, Subang.
Tujuh penumpang bus Arimbi Jaya Agung melaju arah Jakarta tewas ditabrak bus Sinar Jaya yang melaju arah Cirebon.
Pantauan Tribun, jenazah sempat diurus di RSUD Subang untuk dimandikan hingga dikafani. Keluarga korban tampak menjemput anggota keluarga yang meninggal. Jenazah dibawa pulang setelah dikafani kemudian diantarkan ke tempat tinggal semula.
Keluarga korban bernama Kuntarsih (37) asal Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan tampak menjemput. Kakaknya, Rist Ana (40) menangis. Wida turut bersama adiknya di bus Arimbi Jaya Agung menuju Jakarta.
Pakaiannya kotor. Ada luka di keningnya. Ia menghampiri kamar jenazah dengan keluarganya.
"Adik saya meninggal tapi saya enggak mau melihat jasadnya," ujar Rista pada petugas kamar jenazah seraya menanagis.
Ia kemudian ditenangkan salah satu petugas. Anggota keluarganya yang lain kemudian mengecek ke dalam kamar jenazah untuk melihat jasad Kuntarsih.
Sejumlah petugas kamar jenazah mempersilakan anggota keluarga masuk ke kamar jenazah.
"Kami persilahkan perwakilan keluarga masuk untuk mencocokan. Tapi kalau tidak kuat lebih baik jangan masuk," ujar Ferdi, petugas kamar jenazah.
Kesaksian Sopir Bus Sinar Jaya
Bus Sinar Jaya dengan nomor polisi Bus Sinar Jaya B 7949 IS arah Cirebon tiba-tiba menabrak bus Arimbi Jaya Agung dengan nomor polisi B 7168 CGA di KM 117 Tol Cipali, Kamis (14/11) dinu hari.

Tujuh penumpang bus Arimbi Jaya meninggal dunia. Sopir bus Sinar Jaya, Sanudin (46) selamat dalam peristiwa itu. Ia dirawat di IGD RSUD Ciereng, Kabupaten Subang.
Pantauan Tribun, perban tampak melingkar di kepalanya serta menempel di pipi kanan. Hasil rontgen sempat ia pegang.
"Dari Jakarta saya jam 21.00 bawa 14 penumpang. Sepanjang jalan saya ambil jalur kiri. Sebelum kejadian, saya ambil kanan lalu ke jalur tengah karena kosong. Dari situ tiba-tiba bus ke tengah," ujar Sanudin.