Kecelakaan di KM 117 Tol Cipali

Buntut Kecelakaan di Tol Cipali KM 117, Sopir Bus Sinar Jaya: Pak Saya Dipenjara Berapa Tahun?

Tabrakan pun tak terhindarkan. Tujuh penumpang bus Arimbi Jaya Agung tewas.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Sopir bus Sinar Jaya, Sanudin (46) selamat dalam peristiwa itu. Ia dirawat di IGD RSUD Ciereng, Kabupaten Subang. 

"Saya pasrah dan akan menjalani semunya. Ini bukan kehendak saya," ujar Sanudin. Ia tinggal di Desa Kesuben Kecamatan Lebak Siu Kabupaten Tegal. Sejak 2015 jadi sopir bus Sinar Jaya.

"Kalau ngantuk sih enggak, cuma memang tiba-tiba saja saya tak sadarkan diri, bus masuk ke tengah dan nerobos ke jalur berlawan. Penumpang tiba-tiba berteriak, awas mobil."

"Dari situ saya banting kiri, pojokan bus nabrak bus lagi. Kalau tidak saya banting kiri, bisa tabrakan betul depan-depanan," ujarnya.

 WANITA Bercadar Melawan Densus 88 Saat Diamankan:Awas Kalau Tak Terbukti, Apa Buktinya Saya Bawa Bom

Kapolres Subang AKBP Teddy Fanani menerangkan olah TKP sudah dilakukan di lokasi kejadian. Ia menduga kecelakaan saat sopir bus diduga mengantuk.

"Sementara ini kayanya kterangan tadi malam dia mengantuk, lalu oleng. Tertidur hingga nyebrang ke jalur berlawanan, ada bekas-bekasnya," ujar Teddy di Subang.

Teddy menduga ada faktor kelalaian di balik kecelakaan maut itu.

 Densus 88 Amankan Wanita Bercadar, Pemilik Kos Dipeluk: Doakan Saya ya Bu, Saya Dibilang Teroris

Atas dugaan kelalaian itu, polisi ‎akan memeriksa Sanudin. Polisi belum menetapkan Sanudin sebagai tersangka.

"Kemungkinan kalau ada tersangka, sopir bus Sinar Jaya yang tiba-tiba menyebrang tol. Nanti kondekturnya semuanya bakal diminta keterangannya kalau kondisinya sudah memungkinkan," kata Teddy.

Tak Mengantuk

Bus Sinar Jaya dengan nomor polisi Bus Sinar Jaya B 7949 IS ‎arah Cirebon tiba-tiba menabrak bus Arimbi Jaya Agung dengan nomor polisi B 7168 CGA di KM 117 Tol Cipali, Kamis (14/11) dinu hari.

Tujuh penumpang bus Arimbi Jaya meninggal dunia.‎ Sopir bus Sinar Jaya, Sanudin (46) selamat dalam peristiwa itu. Ia dirawat di IGD RSUD Ciereng, Kabupaten Subang.

Pantauan Tribun, perban tampak melingkar di kepalanya serta menempel di pipi kanan. Hasil rontgen sempat ia pegang.

"Dari Jakarta saya jam 21.00 bawa 14 penumpang. Sepanjang jalan saya ambil jalur kiri. Sebelum kejadian, saya ambil kanan lalu ke jalur tengah karena kosong. Dari situ tiba-tiba bus ke tengah," ujar Sanudin.

Saat bus yang ia bawa tiba-tiba melaju ke tengah jalan, ia disadarkan teriakan penumpang. Sanudin mengaku sudah jadi sopir bus sejak 2015. Sebelum jadi sopir bus, ia sempat jadi sopir taksi dan truk.

"Penumpang di belakang teriak, pak awas nabrak sambil teriak. Dari situ saya sadar, saya banting ke kiri lalu pojokan bus nabrak bus Arimbi. Dari situ saya sempat tidak sadar," ujar Sanudin.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved