Viral

TERUNGKAP Alasan Ibu Kandung di Indramayu Minggat dari Rumah, Tinggalkan 4 Anaknya, Demi Urusan Duit

Ada sebuah kasur yang kondisinya sudah sangat kumel. Di kasur itu mereka berempat biasa tidur bersama.

TERUNGKAP Alasan Ibu Kandung di Indramayu Minggat dari Rumah, Tinggalkan 4 Anaknya, Demi Urusan Duit
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Koordinator Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak Indonesia, Dewi Siti Komariyah saat menggendong Refi (14) di rumah gubuk di Blok Cilet Rt 01/08 Desa Karanganyara, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Senin (4/11/2019). 

Tetangga mereka, Karmila (36) mengatakan, sangat prihatin menyaksikan keluarga kakak beradik tersebut.

 Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Catat Warga Miskin di Kota Cirebon Tinggi

 Ratusan Ribu Jiwa di Majalengka Dicap Miskin, Begini Program Pemkab untuk Mengurangi Kemiskinan

 Masih Banyak Warga Miskin di Majalengka, Pemkab Terus Upayakan Tekan Angka Kemiskinan

"Ya walaupun saya bukan keluarganya, tapi sangat kasihan melihat mereka makanya saya foto di facebook dan menjadi viral," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui kediaman Refi dan Pian, Senin (4/11/2019).

Ia menceritakan keluarga kakak beradik itu serba kekurangan.

Refi
Refi (Tribun Cirebon.com/Handhika Rahman)

Tidak jarang pula mereka harus menahan perihnya lapar karena tidak memiliki uang untuk membeli makanan.

Kakak pertama merekalah yang kini menjadi tulang punggung keluarga.

Ia bekerja di sebuah show room motor dengan berpenghasilan Rp 900 ribu per bulan.

Sementara kakak kedua mereka, sekarang masih duduk di kelas X SMK.

Setiap pulang sekolah ia biasa menghabiskan waktu untuk merawat adik-adiknya.

Tidak jarang pula waktu yang ia miliki diisi dengan bekerja serabutan hanya untuk memenuhi kebutuhan perut.

"Sebenarnya yang yatim itu tiga anak saja, karena beda bapak sih, yang paling kecil (Pian) masih ada bapak, tapi bapaknya jarang pulang, kerja jadi petani di Bongas, pulang-pulang dua bulan sekali bawa uang cuma Rp 200 ribu," ucap dia.

Sementara itu, Kasun Blok Cilek Desa Karanganyar, Carmin mengatakan, demi meringankan beban mereka pihak desa juga memberi beragam bantuan melalui program-program pemerintah.

Rencananya pihak desa bersama kecamatan serta Dinas Sosial Kabupaten Indramayu akan menitipkan dua bocah itu ke panti asuhan melalui program Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.

"Di sana tentu pendidikan dan kesehatan mereka akan terjamin," ujar dia.

Dapat Bantuan

Menurut tetangga Refi dan Pian, Karmila (36) mengatakan, sangat terpukul melihat kondisi dua bocah itu baik secara fisik maupun keuangan.

Pasalnya, kedua anak itu mengalami gizi buruk, tubuh mereka juga kurus kering, serta psikologinya sedikit terganggu.

"Ya walaupun saya bukan keluarganya, tapi sangat kasihan melihat mereka makanya saya foto di facebook dan menjadi viral," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui kediaman Refi dan Pian, Senin (4/11/2019).

Diketahui, kondisi tersebut diperparah dengan sakit lumpuh yang menimpa Refi sejak ia lahir. Ia juga tidak bisa berbicara walau sudah menginjak usia 14 tahun.

Kondisi tidak jauh berbeda juga dialami sang adik, Pian. Pian pun serupa belum bisa berbicara, selain itu ia mengalami gangguan pada alat pendengarannya.

Kini keduanya tinggal bersama kedua kakaknya yang lain, yakni Nur Wenda (23) dan Raju Winata (16).

Kakak beradik itu tinggal di rumah yang lebih mirip seperti gubuk.

Ayah mereka sudah meninggal sejak 10 tahun yang lalu, sedangkan ibu kandung mereka yang bernama Rodia pergi meninggalkan anak-anaknya untuk hidup bersama lelaki lain.

Karmila menceritakan, tidak kuasa melihat nasib yang harus dialami tetangganya tersebut. Hal tersebut yang membuat ia tergugah untuk memposting foto keluarga mereka ke media sosial.

Berkat usahanya itu, banyak pihak yang peduli. Donasi pun datang dari berbagai pihak.

"Alhamdulillah banyak yang mau nolong," ujar dia.

Pantauan Tribuncirebon.com di lokasi, rumah gubuk yang kakak beradik itu tempati lebih mirip seperti gudang. Kondisinya sangat sempit dan nyaris roboh.

Saat melihat ke dalam rumah, banyak barang berserakan. Rumah itu juga tanpa ruangan. Semua barang ditumpukan di tengah rumah.

 KISAH Pilu Kakak Beradik Hidup Serba Kekurangan Ditinggal Ibunya yang Kabur dengan Pria Lain

 Ratusan Ribu Jiwa di Majalengka Dicap Miskin, Begini Program Pemkab untuk Mengurangi Kemiskinan

 Masih Banyak Warga Miskin di Majalengka, Pemkab Terus Upayakan Tekan Angka Kemiskinan

Ada sebuah kasur yang kondisinya sudah sangat kumel. Di kasur itu mereka berempat biasa tidur bersama.

Kondisi rumah yang tidak terdapat celah cahaya juga menimbulkan aroma tidak sedap dari dalam ruangan.

Karmila menyampaikan, uang dari donasi itu, akan ia pergunakan untuk merenovasi rumah mereka lengkap dengan seiisi rumah.

Saat ini renovasi rumah sudah mulai dilakukan.

Uang donasi itu juga akan diperuntukan untuk biaya hidup mereka.

"Ini murni donasi dari Komunitas Indonsia Memberi dan Sayap Hati," ucap dia.

Beragam bantuan seperti sembako dan kebutuhan lain juga berdatangan dari banyak pihak seperti Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, pemerintah desa dan kecamatan Kandanghaur, Koramil 1616/Kandanghaur, serta masih banyak lagi. 

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved