Wacana Pelarangan Penggunaan Cadar & Celana Cingkrang di Lingkungan ASN, Bupati Cirebon Bilang Ini

Menteri Agama Republik Indonesia, Fachrul Razi, belum lama ini mengeluarkan beberapa wacana aturan

Wacana Pelarangan Penggunaan Cadar & Celana Cingkrang di Lingkungan ASN, Bupati Cirebon Bilang Ini
Istimewa
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON -‎ Menteri Agama Republik Indonesia, Fachrul Razi, belum lama ini mengeluarkan beberapa wacana aturan untuk aparatur sipil negara (ASN), yakni dilarang mengenakan celana cingkrang.

Untuk ASN yang mengenakan celana cingkrang, diakui oleh menteri agama tidak sesuai dengan aturan Pemerintah Republik Indonesia.

Hal tersebut berdasarkan‎, Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 6 Tahun 2016, dimana setiap ASN diwajibkan mengenakan celana panjang yang menutupi mata kaki.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, 
Sementara, untuk ASN yang mengenakan celana cingkrang, itu diper‎bolehkan, selama hal tersebut tidak mempengaruhi kinerjanya sebagai abdi negara.

Imron mengatakan, ada dua kemungkingnan ASN mengenakan celana cingkrang, pertama karena alasan kepercayaan agama dan penampilan sehari-hari.

"Tidak masalah, tetapi kalau sudah jadi aturan pemerintah pusat. Harus diikuti," kata Imron saat ditemui di Masjid Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (1/11/2019).

Kemudian, wacana lainnya, penggunaan ‎cadar bagi ASN, diakui sebagai ancaman keamanan, seperti yang terjadi menimpa mantan Menkopolhukam, Wiranto.

Salah seorang pelaku dalam kejadian di Banten tersebut, mengenakan jilbab panjang dan cadar.

Menteri Agama Bilang Cadar Bakal Dilarang di Instansi Pemerintahan, Sebut Tak Ada di Alquran & Hadis

Dua Kali Lebaran Tak Pulang-pulang, Saat Pulang Terduga Teroris Minta Dinikahi dengan Gadis Bercadar

Ada Orang Bercadar Peluk Jemaah Perempuan, Ditegur Justru Lari dan Ternyata Sosoknya Bikin Kaget

Imron mengatakan,untuk ASN yang mengenakan cadar memang tidak diperbolehkan, karena sudah aturan mengikat.

"Memakai cadar itu tidak sesuai‎, karena dikhawatirkan menimbulkan persepsi lain juga," kata. (*)

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved