Breaking News:

Oknum Guru Honorer di Ciamis Sodomi 3 Muridnya di WC Sekolah, Rencana Nikah pun Terancam Batal

NS Spd (27) sudah setahun ini jadi guru honorer di satu SD di salah satu desa di Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran

Tribun Jabar/Andri M Dani
NS seorang oknum guru honorer di Langkaplancar Pangadaran yang diduga telah melakukan pelecehan seksual (sodomi) terhadap tiga muridnya. Kini NS terancam hukuman 15 tahun penjara 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNCIREBON.COM, CIAMIS – NS Spd (27) sudah setahun ini jadi guru honorer di  satu SD di salah satu desa di Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran.

Namun warga Dusun Jadiharja Desa Jadikarya Kecamatan Langkaplancar itu kini terpaksa meringkuk di ruang tahanan Polres Ciamis. Ia diduga telah menyodomi tiga muridnya di WC sekolah saat istrahat jam pelajaran.

“Kejadian tersebut berlangsung selama tiga bulan terakhir. Ada tiga murid yang menjadi korban. Pencabulan tersebut dilakukan di WC sekolah  saat istirahat jam pelajaran sekitar jam 10.00 siang,” ungkap Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso yang didampingi Kasatreskrim AKP Risqi Akbar kepada Tribun dan wartawan lainnya Selasa (29/10).

Sejak bulan Agustus lalu kata kapolres, ada tiga murid yang menjadi korban perbuatan tak senonoh pelaku. Ada korban yang disodomi pelaku sebanyak 15 kali ada yang Sembilan kali. Dan terakhir seorang korban, baru sekali.

“Semuanya terjadi saat jam istirahat di WC sekolah,”katanya.

Korban terakhir tersebut diajak pelaku untuk menemaninya ke WC sekolah. Tanpa curiga korban menurut saja, semula korban ragu saat akan masuk ke WC bersama pelaku. Tapi pelaku kemudian menarik tangan korban. Dan kemudian pelaku menutup pintu WC.  

Di dalam WC pelaku memperlihatkan video porno perbuatan sodomi dari HP pelaku. Tapi korban menolak. Kemudian pelaku membuka celananya sambil bersandar ke bak WC dan minta korban meng”oral” pelaku. Lagi-lagi korban menolak. Akhirnya pelaku membuka celana korban sehingga diduga terjadi pelecehan seksual sampai pelaku klimaks. Pelaku kemudian menyuruh korban cebok.

Atas apa yang dialaminya, korban terakhir tersebut cerita di kelas dan juga memberitahu orangtuanya. Tentu saja heboh.  Ternyata setidaknya ada tiga orang murid yang sudah menjadi korban perbuatan pelaku. Dan orang tua korban pun melapor ke polisi.Sehingga akhirnya NS meringkuk di ruang tahanan polisi.  

Kepada petugas, pelaku mengaku saat masih usia 5 tahun, ia pernah menjadi korban perbuatan serupa yang dilakukan pamannya. Rupanya kejadian tersebut membekas pada pelaku.

Guru Agama Cabuli 10 Bocah Laki-laki di Banjar, Diiming-imingi Servis Gratis HP Padahal Disodomi

Oknum Ustaz di Sebuah Pesantren di Karawang Diduga Sodomi 3 Santri Didiknya

Wanita Ini Bentak Pria Yang Lakukan Pelecehan Seksual Kepada Dirinya di KRL, Nyali Pelaku Jadi Ciut

“Kami bekerja sama dengan P2TP2A, ahli dan pihak sekolah untuk memberikan trauma heling kepada korban. Tidak hanya berupa upaya yang bisa membuat korban melupakan kejadian. Tetapi juga upaya memutus mata rantai agar korban tidak menjadi  pelaku suatu saat nanti. ,” ujar Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso.

Kepada petugas, NS mengaku saat ini sudah punya pacar (perempuan), bahkan sudah bertunangan.

“Rencananya sebulan lagi mau menikah,” ujar NS dengan suara bergetar sembari menyentuhkan kepalanya ke dinding seperti menyesali perbuatannya.

Rencana NS menikah sebulan lagi pun terancam batal. Ia kini terancam hukuman 15 tahun penjara dijerat ketentuan pasal 76 E jo pasal 82 ayat (1) UU No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Menurut Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso, selain hasil visum, petugas juga telah mengamankan sepotong seragam sekolah SD dan satu buah HP sebagai barang bukti. (*)

Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved