Menteri Agama Tak Diundang Dalam Puncak Acara Hari Santri Nasional, PWNU Jatim: Dia Bukan Santri

Pihaknya juga mengaku tidak pernah melihat pensiunan TNI itu mengenakan sarung. Dia juga memastikan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki kartu santr

Editor: Machmud Mubarok
(KOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIM)
Jenderal (Purn) Fachrul Razi ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Menteri Agama. 

TRIBUNCIREBON.COM, SURABAYA - Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Jawa Timur akan menggelar puncak acara Hari Santri 2019, Minggu (28/10/2019) mendatang.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin dijadwalkan hadir dalam acara tersebut, namun Menteri Agama Fachrul Razi tidak ada dalam daftar undangan.

Ketua Panitia Hari Santri Nasional Jawa Timur, KH Abdussalam Sokhib, mengatakan, nama menteri agama tidak masuk ke daftar undangan karena mantan wakil panglima TNI itu bukan dari kalangan santri.

"Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin itu santri, termasuk gubernur Jawa Timur juga santri, jadi kami undang," kata Abdussalam dalam konfrensi pers menjelang peringatan Hari Santri Nasional di Jawa Timur, Kamis (24/10/2019) malam.

Pihaknya juga mengaku tidak pernah melihat pensiunan TNI itu mengenakan sarung. Dia juga memastikan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki kartu santri.

"Mungkin tahun depan beliau punya kartu santri, ya nanti kita undang," ujarnya berkelakar.

Abdussalam menyebut bahwa Fachrul Razi bukanlah dari Nahdlatul Ulama (NU), atau pernah menjabat struktural NU dari tingkat ranting hingga pengurus pusat.

"Saya tidak tahu kalau hanya mengaku NU, karena kita tidak bisa melarang seseorang mengaku NU," ujarnya.

TERBONGKAR Sosok Sebenarnya Suami Nella Kharisma, Ternyata Benar-benar Bukan Orang Sembarangan

Penampilan Seksi Marshanda Panen Hujatan, Bikin Salah Fokus, Bagian Sensitif Dibilang Nongol

Makan Liwet

Dalam puncak acara Hari Santri Nasional Minggu nanti, akan digelar Santri Culture Night Carnival atau malam budaya santri.

Dalam acara tersebut dijadwalkan Wapres Ma'ruf Amin akan makan nasi liwet bersama 10.000 santri dari berbagai daerah yang hadir.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengangkat Jenderal (purn) Fachrul Razi sebagai menteri agama. Sementara dalam tradisi, menteri agama biasanya dijabat oleh perwakilan dari organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU).

Terkait penunjukan Fachrul Razi, Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU) KH Robikin Emhas mengatakan, pihaknya menerima protes dari banyak kiai.

Menurutnya, banyak kiai di berbagai daerah merasa kecewa dengan keputusan Jokowi terkait jabatan Menag.

"Saya dan pengurus lainnya banyak mendapat pertanyaan terkait Menteri Agama. Selain pertanyaan, banyak kiai dari berbagai daerah yang menyatakan kekecewaannya dengan nada protes," kata Robikin dalam keterangan tertulis, Rabu (23/10/2019).

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved