Wisata Majalengka

Mau Liburan Akhir Pekan? 11 Rekomendasi Destinasi Wisata di Majalengka Ini Bisa Jadi Pilihan

Mau Liburan Akhir Pekan? 11 Rekomendasi Destinasi Wisata di Majalengka Ini Bisa Jadi Pilihan

TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Desa Sadomas, di Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka memunculkan wisata river tubing Sharongghe. 

Rumah kayu untuk kapasitas 5 orang, jineng untuk 4 orang, dan gazebo untuk 6 orang atau lebih.

Harga yang ditawarkan untuk libur Lebaran seperti sekarang ini, yaitu 600 ribu yang termurah sedangkan yang termahal sekitar 800 ribu.

Fasilitas untuk setiap tipe kamar sama, yaitu TV, AC, air hangat dan lain-lain.

3. Goa Lalay

 Indonesia memiliki wisata green canyon yang tidak kalah dengan yang ada di Amerika.

Indonesia setidaknya memiliki tiga Green Canyon yang berada di Pangandaran, Bogor dan Majalengka.

Mungkin sebagaian besar traveler masih asing dengan Green Canyon yang ada di Majalengka ini.

Cari Tempat Wisata untuk Liburan? Yuk Coba Kunjungi Goa Lalay, Wisata Green Canyon di Majalengka

Dilansir dari Tribun Travel, Memiliki nama Goa Lalay, di sini traveler bisa menjumpai Green Canyon yang dihuni oleh lalai atau kelelawar.

Goa Lalay mempunyai struktur sungai dengan alirana ir yang kehijauan yang bersumber dasri cilongkrang.

Goa Lalay
Goa Lalay (Instagram/Mtma_majalengka)

Aliran air sungai ini diapit oleh tebing bebatuan kehijauan yang nampak memesona.

Goa Lalay Majalengka ini berada di Desa Sukdana, Argapura Kabupaten Majalengka Jawa Barat.

Di dalam Goa Lalay terdapat air terjun yang oleh awarga sekitar disebut dengan air terjun pelangi.

Dinamakan air terjun pelangi, karena air terjun yang tersorot matahari memberikan efek warna warni.

Seperti tempat wisata pada umumnya, Goa Lalay mempunyai mitos yang beredar di masyarakat sekitar.

Konon, Goa Lalay ini memiliki seorang penunggu berupa 'Oray Lalaki' atau Ular laki-laki.

Di mana sosok ini memiliki kepala manusia dan bertubuh ular.

Goa Lalay, Pesona Wisata Green Canyon di Majalengka

Terlepas dari mitos yang beredar, Goa Lalay ini tetap menarik untuk dikunjungi.

Bagi traveler yang penasaran dan ingin berkunjung ke Goa Lalay tidak perlu khawatir, pasalnya tempat wisata di Majalengka ini sudah dilengkapi dengan beberapa fasilitas penunjang.

Mulai dari area parkir kendaraan, Mushola, kamar mandi hingga penginapan sudah tersedia di sekitar kawasan Goa Lalay.

4. Situ Janawi

Situ Janawi merupakan satu dari sekian banyak situ di Majalengka yang menawarkan pesona alam yang asri, indah dan unik di dalamnya.

Di Situ ini terdapat danau dan kolam yang dikelilingi permukiman di sebelah selatan yang dibatasi perbukitan.

Di danau tersebut, pengunjung diperbolehkan untuk mandi yang airnya langsung dari mata air.

Mandi di kolam yang langsung dialiri mata air jauh lebih menyehatkan.

Kolam dari mata air itu memiliki kandungan senyawa yang bisa mengobati beberapa penyakit ringan. Misalnya pegal-pegal, encok dan rematik.

Situ Janawi, pemandian alami yang sejuk dan segar di Desa Payung, Kabupaten Majalengka.
Situ Janawi, pemandian alami yang sejuk dan segar di Desa Payung, Kabupaten Majalengka. (TribunCirebon.com/Eki Yulianto)

Wisata air yang berada di Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majakengka ini memiliki kandungan yang dapat menyembuhkan penyakit.

Menurut Kepala Desa Payung, Jamsa air di Situ Janawi airnya tidak panas cenderung dingin.

Dengan kondisi air yang dingin alami itulah, disampaikan Jamsa konon bisa dapat menyembuhkan penyakit ringan.

"Penyakit gatal-gatal, panu atau yang berhubungan dengan kulit," ujar Jamsa.

5. Situ Cipanten

Situ Cipanten merupakan salah satu dari beberapa situ di Majalengka yang terus diperhatikan oleh kalangan wisatawan dan traveller.

Banyak pengunjung yang penasaran dengan situ yang berada di kaki gunung Ciremai ini untuk dikunjungi.

Oleh sebab itu, untuk terus memikat daya tarik pengunjung, Situ Cipanten terus dierpcantik wajah dan wahana yang ada di kawasan tersebut.

Selain itu, dalam waktu dekat, situ yang berada di Desa Gunungkuning, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka ini akan menambah wahana yang terbilang ekstrem.

Situ Cipanten, Sabtu (7/9/2019).
Situ Cipanten, Sabtu (7/9/2019). (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Situ Cipanten Mau Tambah Wahana Baru, Nanti Bakal Ada Sky Bike Lho

Wahana yang dimaksud yakni Sky Bike atau sepeda gantung.

Ketua Karang Taruna Maung Jaya, Yosep Hendrawan mengatakan, di tahun 2019 ini Siti Cipanten telan mendapatkan bantuan dari dana desa.

Dikatakan dia, dana desa tahap dua itu dialokasikan untuk wahana Sky Bike.

"Saat ini sedang tahapan pemasangan lintasan tali baja untuk dua unit sepeda gantung yang telah dipersiapkan," ujar Yosep saat ditemui Tribuncirebon.com, Sabtu (7/9/2019).

Lanjut Yosep menyampaikan, wahana tersebut pada pekan depan sudah bisa diefektifkan bagi pengunjung.

Oleh karena itu, disampaikan dia, untuk memenuhi target tersebut, wahana Sky Bike akan diujicobakan terlebih dahulu.

"Minggu depan akan kami mulai operasionalkan, semoga semakin banyak pengunjung," ucap dia.

Sementara itu, wahana wisata yang sudah ada di Situ Cipanten yaitu, sepeda air, arena outbond, dan berbagai fasilitas lainnya yang menarik.

Harga tiket masuk juga terbikang murah, hanya dengan Rp 5 ribu untuk motor dan Rp 10 ribu untuk mobil, Anda sudah dapat menikmati suguhan wisata alami Situ Cipanten.

6. Curug Tonjong

Pengelola Curug Tonjong Majalengka keluhkan sepinya pengunjung di lokasi wisata alam tersebut.

Hal ini disampaikan langsung  pengelola Curug Tonjong, Dodi Supardi saat ditemui di lokasi, Sabtu (7/9/2019).

Menurut Dodi,sepinya pengunjung di Curug Tonjong, setidaknya sudah terjadi sejak 2 tahun terakhir.

Penurunan jumlah wisatawan itu, kata dia, disebabkan bermunculannya lokasi-lokasi wisata yang baru di wilayah Majalengka khususnya di Rajagaluh.

Curug Muara Jaya Majalengka merupakan satu dari banyak curug di Desa Argamukti, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Sabtu (21/9/2019).
Curug Muara Jaya Majalengka merupakan satu dari banyak curug di Desa Argamukti, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Sabtu (21/9/2019). (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

"Dulu saat weekend yang datang ke sini bisa sampai ratusan, namun 2 tahun terakhir hanya puluhan. Di hari biasa malah beberapa kali tidak ada pengunjung," ujar Dodi, Sabtu (7/9/2019).

Pria yang sekaligus sebagai Ketua RW Blok Senin Desa Teja itu menyebutkani, selain faktor banyaknya wisata baru bermunculan, hal yang membuat turunnya persentase pengunjung yakni akses jalan.

Disampaikan dia, akses menuju ke Curug Tonjong hanya bisa dilalui oleh roda 2, dikarenakan sempitnya medan jalan yang harus dilalui kendaraan roda 4.

"Sebenarnya bisa roda 4, hanya saja tidak sampai masuk ke halaman parkir Curug Tonjong, cuma sampai rumah warga nanti ke sininya jalan," ucap dia.

Curug Tonjong Majalengka Sepi Pengunjung, Pengelola Salahkan Wisata Baru di Rajagaluh: Semakin Sepi

Sementara, Dodi menyampaikan, untuk mengatasi permasalahan tersebut, dirinya beserta para pengelola Curug Tonjong akan melakukan beberapa berkembangan untuk menambah daya tarik pengunjung.

Hal yang dilakukan yaitu, menambah beberapa sarana dan fasilitas untuk kenyamanan wisatawan.

"Kami juga sudah mengobrol dengan Bu Kuwu, hanya saja sampai sekarang belum terealisasi terkait permodalan dana untuk diajukan ke Pemerintah Majalengka, yang mana bisa membantu ikut mengembangkan potensi wisata yang sudah berdiri sejak 2015 ini," kata Dodi. 

7. Cadas Gantung

 Cadas Gantung berada di Desa Mirat, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Sebuah destinasi wisata yang disekelilingnya dihiasi bebatuan besar ini memang tidak mudah untuk dijangkau.

Anda harus berusaha dengan keras untuk bisa mencapai Cadas Gantung.

Pasalnya, untuk mencapai puncak wisata tersebut atau dari loket tiket masuk, Anda harus menaiki puluhan anak tangga.

Pesona Cadas Gantung, Wisata Tebing Bebatuan Disuguhi Pemandangan Majalengka, Cocok untuk Selfie

Namun, Anda akan disuguhi dengan pemandangan yang menawan.

Persawahan terasering akan mendominasi sepanjang perjalanan.

Jika sudah capai puncak Cadas Gantung, Anda akan disuguhi keindahan alam yang berada di bawah.

Cocok untuk mengambil foto dengan mode landscape karena langsung disuguhi pemandangan tegalan, persawahan dan perkebunan.

Beberapa fasilitas juga tersedia untuk mendukung kenyamanan para pengunjung, seperti Toilet, saung untuk berteduh, musola, beberapa warung yang menjajakkan makanan dan minuman dan lain-lain.

Tak hanya itu, di Cadas Gantung ini ada beberapa spot foto selfie yang sengaja dibuat oleh pengelola wisata alam ini.

Cadas Gantung
Cadas Gantung (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Menurut Ketua Lembaga Desa Hutan (KLDH), Sunarta daya tarik wisata Cadas Gantung ini dapat melihat view dari ketinggian 700 MDPL.

Dikatakan dia, para pengunjung akan dimanjakan dengan view yang sangat cantik dan bisa berswafoto dengan latar belakang daratan Kabupaten Majalengka.

"Wisata ini dikelola oleh KLDH bermitra dengan Perhutani, d sini memang tempatnya panas tapi ketika sudah sampai atas, pasti semuanya terbayar ketika melihat hamparan daratan yang luas," ujar Sunarta, saat ditemui tribuncirebon.com didampingi oleh Oco Carsa Gautama, petugas Perhutani, Minggu (15/9/2019) 

Menurut salah satu pengunjung asal Sumedang, Seli Suliawati (20) wisata Cadas Gantung ini merupakan wisata yang memiliki spot foto yang apik.

Wanita yang baru pertama kali mengunjungi Cadas Gantung ini, mengatakan dapat melihat pemandangan daratan Majalengka merupakan daya tarik tersendiri di wisata tersebut.

"Bagus sih tempatnya, pemandangannya bagus, cuma tempatnya panas, gersang," ucap Seli.

Hal serupa juga disampaikan pengunjung asal Gegesik, Kabupaten Cirebon, Yue Elin (21).

Menurutnya, wisata yang berada di Leuwimunding ini tak jauh dengan awal ia pertama kali berkunjung.

Disampaikan Elin, perubahan terletak pada sarana yang lebih lengkap dibanding beberapa waktu lalu.

"Dulu spot-spot foto belum begitu banyak, sekarang bagus bisa bikin pengunjung betah karena banyaknya spot foto yang perlu di coba," kata Elin.

Sementara itu, ternyata Tebing Cadas Gantung memiliki bukit perkemahan yang bisa dijadikan sebagai tempat kemping atau berkemah.

Cadas Gantung
Cadas Gantung (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Lokasinya cukup landai karena berada di tempat yang dulunya digarap sebagai lahan pertanian.

Luasnya kurang lebih sekitar 5 hektar. Bahkan posisinya pun sangat strategis untuk mengeksplorasi lebih jauh lagi daerah wisata seputar Cadas Gantung.

Bagi Anda yang ingin berkunjung ke sini, tiket masuk wisata Cadas Gantung sangat murah, yakni hanya Rp 10 ribu di hari biasa maupun weekend.

Jam operasional wisata ini, Anda dapat mengunjungi pada pukul 07.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB di akhir pekan dan pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB di hari biasa.

8. Curug Muara Jaya

Curug Muara Jaya Majalengka merupakan satu dari banyak curug di Desa Argamukti, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka.

Tak salah jika Kabupaten Majalengka punya julukan the hidden paradise atau surga yang tersebunyi.

Banyak wisatawan yang belum tahu akan keindahan wisata alam di Kabupaten Majalengka.

Satu di antara wisata alam Kabupaten Majalengka yang belum begitu dikenal adalah Curug Muara Jaya Majalengka.

Pesona Curug Muara Jaya di Desa Argamukti, Surga Tersembunyi di Majalengka, Air Terjun Bertingkat

Lokasinya yang tersembunyi membuat Curug Muara Jaya awalnya tak banyak diketahui orang.

Padahal, wisatawan bisa menikmati keindahan air terjun itu sambil berkemah di sekitarnya.

Sebelum mencapai Curug Muara Jaya, wisatawan bisa menikmati pemandang hijaunya perkebunan warga.

Curug Muara Jaya Majalengka merupakan satu dari banyak curug di Desa Argamukti, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Sabtu (21/9/2019).
Curug Muara Jaya Majalengka merupakan satu dari banyak curug di Desa Argamukti, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Sabtu (21/9/2019). (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Lalu, di air terjun, wisatawan disuguhi air yang bening dan dingin dari Curug Muara Jaya.

Curug yang mulai populer pada awal tahun 2000-an itu tergolong air terjun bertingkat atau cascade dengan tinggi terjunan air keseluruhan mencapai sekitar 90 meter.

Ada dua tingkat air terjun di sana.

Tingkat yang pertama merupakan air terjun utama yang jatuh dari ketinggian mencapai sekitar 70 meter di dinding tebing berbatu.

9. River Tubing Sharongghe

Desa Sadomas yang berada di Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka baru-baru memperkenalkan wisata baru di wilayahnya.

Diketahui, beberapa bulan terakhir, Kabupaten Majalengka menjadi sorotan karena banyaknya wisata alam baru bermunculan.

Ada Talaga Pancar di Desa Lengkong Kulon di Kecamatan Sindangwangi atau pun Gunung Ciwaru di Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh.

Desa Sadomas, di Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka memunculkan wisata river tubing Sharongghe.
Desa Sadomas, di Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka memunculkan wisata river tubing Sharongghe. (TribunCirebon.com/Eki Yulianto)

Kini, wisata baru juga muncul di Desa Sadomas.

Yakni, wisata River Tubing yang berkonsep wisata air yang mengacu adrenalin.

River Tubing Sharongghe, Wisata Baru Memacu Adrenalin Kini Hadir di Desa Sadomas Majalengka

Baru dibuka satu bulan yang lalu, wisata River Tubing di Desa Sadomas tersebut dinamakan 'River Tubing Sharongghe'.

10. River Tubing Cikadongdong

Jika Anda mencari wisata alam yang memacu adrenalin, maka tak ada salahnya Anda memilih Kabupaten Majalengka menjadi destinasi wisata alam Anda.

Para pengunjung saat berada di ujung perjalanan menyusuri sungai Cikadongdong. (Istimewa)
Kabupaten Majalengka menjadi Kabupaten yang tergolong banyak memiliki wisata alam di dalamnya, mulai dari Curug, pemandangan alam, dan tentu saja wisata air yang memicu adrenalin

Salah satu objek wisata yang populer adalah River Tubing Cikadongdong yang berada di Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka.

Cocok Nih Liburan ke River Tubing Cikadongdong, Wisata Air yang Memicu Adrenalin, Seru Banget!

Wahana bermain air ini berada di aliran sungai Cikadongdong dengan hulu air dari Gunung Ciremai, yang pasti keasrian dan kejernihan airnya tidak diragukan lagi.

Para pengunjung saat berada di ujung perjalanan menyusuri sungai Cikadongdong.
Para pengunjung saat berada di ujung perjalanan menyusuri sungai Cikadongdong. (Istimewa)

Aksesnya mudah kok

Untuk sampai ke lokasi ini, cukup mudah.

Untuk sampai ke River Tubing Cikadongdong Anda bisa naik elf atau angkot menuju Terminal Rajagaluh, kemudian naik kendaraan pick up alias mobil gundul menuju ke Desa Payung.

Setelah itu, Anda bisa jalan kaki sekitar 5 menit menuju start. Jika ingin lebih mudah, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi. 

11. Petilasan Prabu Siliwangi

Makam Prabu Siliwangi di Majalengka adalah sebuah tempat yang bisa dijadikan sebagai pilihan untuk melakukan wisata dan belajar mengenai sejarah Kerajaan Padjajaran.

Di tempat itu kini telah dijadikan obyek wisata.

Mulai dari wisata alam, ziarah dan berbagai obyek lainnya.

Prabu Siliwangi ialah seorang Raja terbesar yang pernah memimpin Kerajaan Padjajaran.

Petilasan makam prabu siliwangi
Petilasan makam prabu siliwangi (Tribun Cirebon.com/Eki Yulianto)

Petilasan yang berada di Desa Pajajar, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka itu terdapat berbagai hal yang merupakan petilasan dari Prabu Siliwangi.

YUK Telusuri Jejak Petilasan Prabu Siliwangi di Majalengka Bisa Dijadikan Agenda Wisata

Tempat ini ramai dikunjungi oleh masyarakat terutama saat malam jumat kliwon, akhir pekan, hari raya, atau hari libur.

Selain bisa melihat situs bersejarah petilasan dari Prabu Siliwangi, pengunjung juga bisa menikmati keindahan telaga, situ dan juga mata air Slendang Bidadari.

(Tribuncirebon.com/Mutiara Erlanti)

Penulis: Mutiara Suci Erlanti
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved