'Sumur Ajaib' di Cianjur Terus Keluarkan Air, Sempat Diincar Perusahaan Air Minum Hingga Ada 5 Fakta
Sebuah sumur di Kampung Ramasari RT 001 RW 001, Desa Ramasari, Kecamatan Haurwangi, Cianjur, yang tak pernah surut bahkan saat kemarau panjang
TRIBUNCIREBON.COM - Sebuah sumur di Kampung Ramasari RT 001 RW 001, Desa Ramasari, Kecamatan Haurwangi, Cianjur, yang tak pernah surut bahkan saat kemarau panjang. Warga sekitar menyebutnya “ sumur ajaib”.
Saat sumur-sumur di sekitarnya mengering, sumur yang terletak di belakang salah satu rumah warga itu airnya tetap melimpah. Dari pantauan Kompas.com, sumur dengan kedalaman tujuh meter tersebut memiliki air yang jernih. Sejak dua bulan terakhir, sumur tersebut dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan air bersih saat musim kemarau panjang
Berikut fakta sumur "ajaib" di Cianjur tersebut:
1.Tumpuan warga saat musim kemarau
Saat masuk musim kemarau, sumur tersebut menjadi tumpuan warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Warga yang datang untuk mengambil air bersih, bahkan ada yang berasal dari kampung lain seperti Kampung Raksabala, Kampung Sagatan, Kampung Bobodolan.
Warga yang mengambil air, datang setiap hari mulai pagi hingga malam hari.
"Semakin banyak diambil, semakin banyak airnya. Tidak pernah surut,” kata Karyana, Ketua RW setempat kepada Kompas.com, Senin (7/10/2019).
2. Sumur digali saat musim kemarau
Sumur tersebut dibuat sekitar tahun 2000-an oleh pemilik rumah yang bernama Ajuju. Karyana mengatakan Ajuju membuat sumur tersebut saat musim kemarau panjang seperti sekarang ini. Kala itu, Ajuju mempersilakan warga mengambil air dari sumurnya yang dia buat selama hampir sepekan. Air sumur tersebut muncul dari balik batu besar yang berhasil dicongkel Ajuju saat menggali sumur.
Walaupun sekarang rumah tersebut telah dijual, oleh pemilik yang baru, warga masih diperkenankan untuk mengambil air dari "sumur ajaib."
3. Musim hujan, air sumur bisa diambil dengan gayung
Anas (43) pemilik rumah mengaku sudah dua bulan terakhir sumur di rumahnya dimanfaatkan oleh warga untuk mendapatkan air bersih.
"Silakan dimanfaatkan airnya sebanyak-banyaknya. Mari dirawat kebersihannya bersama-sama. Kita saling menjaga,” ujar Anas.
Anas menyebutkan, sejak sumur itu ada, airnya tidak pernah surut. Apalagi di musim hujan, air sumur tersebut bisa diambil dengan gayung.
“Kalau warga sini menyebutnya sumur ajaib karena tidak pernah surut. Apa pun itu namanya semoga sumur ini bisa terus memberikan manfaat untuk banyak orang,” ucap dia.