Rabu, 22 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

JELANG Inter Milan vs Juventus Akhir Pekan Ini, Antonio Conte Alami Perang Batin Hadapi Mantan Tim

Memiliki tinggi 178 cm, berat 73 kg, Antonio Conte bukanlah sosok yang terlalu besar sebagai pesepak bola. Ia bahkan terlihat agak kurus

AFP
Antonio Conte 

TRIBUNCIREBON.COM - Memiliki tinggi 178 cm, berat 73 kg, Antonio Conte bukanlah sosok yang terlalu besar sebagai pesepak bola. Ia bahkan terlihat agak kurus. Tekniknya pun biasa saja. Cukuplah buat standar pemain di level Serie A.

Modal itu saja jelas tak cukup agar bisa dianggap sebagai legenda Juventus.

Kualitas fisik dan teknik memang bukan jualan utama Conte sebagai pesepak bola. Ia punya kemampuan jempolan di sisi mental.

Kala masih aktif, ia sangat menonjolkan keagresifan serta kecerdasan taktik. Determinasi, kegigihan, ditambah sifat pantang menyerahnya kala berlaga seolah menjadi mesin bagi tim yang ia perkuat sebagai pemain.

Tak heran bila Giovanni Trapattoni, pelatih Juventus kala itu, lantas terpikat buat menarik Conte dari Lecce pada November 1991. Keputusan berani mengingat Lecce ada di Serie B.

Conte cuma mendapatkan satu gelar Piala UEFA (1993) bareng Trapattoni di Juve, tetapi menurut The Guardian, periode ini penting bagi pengembangan dirinya sebagai pemain.

Wajar, pemuda 21 tahun itu datang dari lingkungan sederhana di Lecce beralih ke berlatih bareng pemain bintang seperti Toto Schillaci dan Roberto Baggio.

“Ada Si Hebat Trapattoni, ada Baggio. Saya sangat emosional. Saya seperti separuh pemain, separuh fan,” kata pria kelahiran Lecce pada 31 Juli 1969 itu.

Nama Conte makin sinonim dengan Juve ketika Marcello Lippi datang pada 1994. Kekuatan mental Conte cocok dijadikan kapten klub menggantikan jabatan Gianluca Vialli.

Gaya bermainnya yang liar, penuh energi, seolah tak kenal lelah menjadikannya seperti satu-satunya pemain kotor Juve di antara seniman seperti Zinedine Zidane dan Del Piero.

Total 419 penampilan ia torehkan bersama Si Nyonya Tua.

Ada 44 gol, ditambah 5 scudetto, 1 Coppa Italia, 1 Liga Champion, sebiji Piala UEFA dan dua Piala Super Italia menjadi sumbangsih Conte buat Juventus selama 13 tahun kariernya.

“Saya ingin mengakhiri karier saya hanya dengan mengenakan dua kostum: Juve dan Lecce. Saya sadar kondisi itu akan sangat sulit mengingat atmosfer sepak bola saat ini yang sudah sangat berbeda,” katanya di tahun-tahun terakhir karier sebagai pemain.

Nyatanya, ia memenuhi ucapan itu saat pensiun pada ujung musim 2003-04. Sebesar itu cintanya pada Juventus. Fan dan klub pun menghargai jasanya.

Pelatih Inter Milan Antonio Conte Mulai Kirimkan Psywar ke Juventus, Inter Masih Tanpa Terkalahkan

Antonio Conte Sepakati Kontrak sebagai Pelatih Inter hingga 2022

Hasil Liga Champions - Dua Gol Luis Suarez Bawa Barcelona Atasi Inter Milan, Barca Menang 2-1

Conte memang bukan kapten elegan semacam Alex Del Piero, atau kampiun seperti Gianluigi Buffon. Namun, Conte pasti masuk dalam kategori kapten yang dicintai oleh fan Juventus.

Buktinya, ia mendapatkan sebuah bintang di Allianz Stadium sebagai tanda legenda klub.

Pejuang Tanpa Lelah

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved