Abdul Latief Ciptakan Produk Kecantikan dari Mangrove, Lihat Usaha Perjuangannya

Bagi sebagian orang mungkin hutan mangrove hanya dipandang sebagai destinasi wisata untuk melebur penat dari rutinitas

Tribun Cirebon.com/Handhika Rahman
Abdul latief saat mengajari mahasiswa 

Setelah itu, daging buah dipotong kecil-kecil dengan cara diiris setelah itu kemudian direndam di dalam air selama 3 hari.

Dijelaskan Abdul Latief, air rendeman buah mangrove Xylocarpus sp akan mengeruh karena getah yang terdapat pada buah.

Oleh karenanya perlu selalu dilakukan pengantian air setiap 12 jam sekali sehingga air rendaman tidak lagi keruh.

"Kalau mau aman lagi bisa pakai untuk menyerap racunnya itu menggunakan batok arang kelapa," ujar dia.

Setelah itu, buah tanaman mangrove tersebut dihaluskan. Bisa menggunakan blender ataupun ditumbuk secara tradisional bersama bahan-bahan lainnya seperti madu, minyak kelapa murni, tumbukan kulit tiram hingga membentuk sebuah cream.

Untuk menambah aroma agar lebih harum, bisa menggunakan sari melati atau bebauan lainnya kemudian dicampurkan kedalam adonan cream.

Dirinya menjelaskan, ide pembuatan lotion atau cream kecantikan itu ia lakukan atas dasar coba-coba yang bersumber dari cerita-cerita rakyat terdahulu mengenai perawatan kulit dari tanaman mangrove.

Tidak hanya sekali mencoba, diceritakan Abdul Latief, sudah tidak terhitung berapa kali ia mencampurkan bahan demi bahan agar lotion itu menjadi sempurna.

Terhitung dalam rentang waktu 4 bulan lamanya ia berhasil menyempurnakan lotion tersebut.

"Karena memang coba-coba awalnya memang gatal-gatal, setelah dicoba lagi, dicoba lagi hingga 4 bulan bisa sampai disempurnakan," ujar Abdul Latief.

Disebutkan dia, rasa dari cream kecantikan mangrove ini membuat kulit terasa lebih lembab saat dipakai sehingga aman dari paparan sinar matahari. Rasanya pun dingin dan tidak lengket seperti lotion pada umumnya.

Yang tidak kalah lagi, pada saat mengoleskan cream mangrove pada kulit, seketika kotor-kotoran yang sebelumnya menempel bisa dengan cepat terkelupas.

Meski sudah terbukti melalui pemakaian pribadi, dirinya mengakui bahwa lotion mangrove ini belum bisa diperjual belikan secara bebas.

Hal tersebut karena belum terdaftar dalam BPOM.

"Untuk uji lab ke BPOM memang kita belum karena baru dan keterbatasan, tapi kalau dari hasil lab penelitian sementara kandungan Spfnya lebih bagus dari cream produk di pasaran," ujar dia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved